Cara Ampuh Kedai Kopi Lolos dari Razia COVID-19

Kedai kopi milik Taufik tak mengalami penurunan omzet dengan cara ini.

Kukar, nomorsatukaltim.com – Banyak cara pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) melihat dan menanggapi Surat Edaran yang dikeluarkan Pemerintah Daerah Kutai Kartanegara (Kukar). Terkait pembatasan aktivitas dan jam malam. Ada yang sepakat menjalankan. Tidak sedikit juga yang mengeluhkannya.

Meskipun begitu, aturan ya aturan. Sesuatu yang harus dijalankan di masa pandemi COVID-19 ini. Walau di sisi lain masyarakat harus tetap survive, dan menghasilkan uang untuk kebutuhan hidup sehari-hari.

Dibatasinya aktivitas pelaku UMKM hingga pukul 22.00 Wita saja. Membuat mereka memutar otak. Mengakali keadaan ini. Seperti yang dilakukan salah satu owner usaha cafe di Tenggarong, Taufik.

Kesepakatannya dengan owner lainnya, dengan memajukan jam operasional. Dari yang sore hari menjadi siang hari.

Cafe yang digandrungi kaum milenial ini. Awalnya membuka lapaknya sejak jam 5 sore. Namun sekarang buka lebih awal, sedari jam 13.00 hingga 21.30 Wita. Jumlah pengunjungnya stagnan. Tidak berubah. Tidak mempengaruhi pemasukan. Yang berbeda hanya suasana saja. Ramai pengunjung sejak sore.

“Alhamdulillah dari segi finansial normal saja,” ujar Taufik berbincang dengan Disway Kaltim, Selasa (29/9/2020).

Tidak egois. Dirinya menaruh kasih dengan pelaku UMKM lainnya. Yang secara teknis tidak bisa menerapkan secara baik, seperti apa yang dilakukannya. Contohnya warung nasi goreng dan makanan khas malam lainnya. Sejatinya, memang buka jelang malam. Cukup aneh jika warung nasi goreng buka sejak siang.

“Warung nasi goreng itu yang saya kasihan,” lanjut Taufik.

Tentu Taufik berharap, kebijakan tersebut sebisa mungkin segera dicabut. Biar pedagang dan pelaku UMKM bisa segera berjualan secara normal kembali. Tentunya, dengan memastikan penerapan protokol kesehatan COVID-19.

Sejauh ini, kendala yang dirasakan sebagai owner. Yakni kesulitan dalam memastikan pengunjung yang datang menerapkan protokol kesehatan COVID-19. Seperti duduk yang berjarak. Meskipun sebagian besar menggunakan masker. Meski diingatkan untuk saling jaga jarak, ya lama kelamaan dekat lagi satu sama lain.

Baca juga: Aparat di Kukar Segel Warung yang Langgar Jam Malam

“Kalau masukan saya pribadi, lebih efektif ada petugas yang stay. Yang memang nemenin owner untuk mengingatkan pengunjung,” pungkas pengusaha muda tersebut. (mrf/ava)

Saksikan video menarik berikut ini:

Komentar