314 Kelompok Tani se-Mahulu Masuk Simluhtan

Saripuddin : Perkebunan Kakao Menggeliat di 3 Kecamatan

Mahulu, Nomorsatukaltim.com – Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) kini berusia 7 tahun, serta semakin menggeliat dalam pembangunan segala bidang. Pemkab Mahulu terus menguatkan pembangunan itu, salah satunya menggalakkan sektor pertanian. Karena potensi sumber daya alam Mahulu sangat melimpah. 

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Mahulu merilis, bahwa hingga saat ini pada 5 kecamatan se-Mahulu sudah memiliki 314 kelompok tani dengan anggota berjumlah 6.971 orang.
“314 kelompok tani itu sudah resmi masuk dalam Sistem Informasi Penyuluhan Pertanian (Simluhtan) Kementerian Pertanian dan sudah diakui,” kata Kepala DKPP Mahulu, Saripuddin kepada Nomorsatu Kaltim di Ujoh Bilang, Selasa (29/9/2020).

Dia menegaskan, 5 kecamatan se-Mahulu itu telah didata. Komoditi pertanian dan perkebunan menjadi sektor yang paling menonjol. Ini menjadi alasan utama Pemkab Mahulu perlu menyalurkan bantuan kepada kelompok tani agar dapat terarah dan tepat guna.
“Untuk Kecamatan Long Pahangai dan Long Apari, termasuk Kecamatan Laham paling menonjol. Yang diunggulkan adalah perkebunan kakao atau coklat,” jelas Saripuddin.

Sedangkan untuk wilayah Kecamatan Long Hubung yang menonjol adalah sektor pertanian, yaitu padi sawah dan padi gunung. Dia mengungkapkan, selama 4 tahun terakhir Pemkab Mahulu terus menyalurkan bantuan bagi petani kakao di 3 kecamatan itu.
“Bagi kelompok tani perkebunan kakao ada bantuan Pemkab setiap tahun. Hanya pada tahun ini  bantuan bibit kakao belum diserahkan kepada petani. Karena masih dalam proses pembibitan melalui pihak ketiga,” urainya.

314 Kelompok Tani se-Mahulu Masuk Simluhtan

Saripuddin menjelaskan, pemerintah hanya memberikan bantuan kepada kelompok tani. Karena itu disarankan kepada petani se-Mahulu agar membentuk kelompok tani di setiap kampung.
“Untuk mendapatkan bantuan petani harus berkelompok. Akses bantuan pertanian Sesuai Permentan Nomor 67 Tahun 2016, dimana memberi petunjuk tentang hal itu,” kata dia.

Saripuddin membeberkan, dalam 4 tahun terakhir DKPP Mahulu terus menyalurkan  bantuan kepada petani se-Mahulu. Berupa bibit tanaman dan peralatan pertanian.
“Sebagian besar lahan dikelola secara maksimal oleh petani dan pekebun. Contohnya di Kampung Laham, Kecamatan Laham, di atas lahan seluas 270 hektare ditanami  kakao oleh petani. Saat ini sudah panen,” ujarnya.
“Sekarang produksi biji kakao di Laham rutin. Setiap bulan menghasilkan 5 ton di atas lahan seluas 200  hektar,” ucapnya.

Kadis DKPP juga menyebut, Pemkab Mahulu berupaya  membantu petani bukan hanya menyarankan membuat kebun. Tetapi juga membantu agar hasil perkebunan bisa membangkitkan taraf hidup atau kesejahteraan petani. Di Kecamatan Long Pahangai dan Long Apari sudah ada alat pengolahan biji kakao. Hal itu berkat kerjasama dengan CSR PT Astra Indonesia.

“Di Kampung Long Isun, Kecamatan Long Pahangai kelompok tani kakao sudah menambah alat pengolah biji kakao. Mereka membelinya melalui dana desa. Bahkan petani di sana sudah memproduksi bubuk kakao melalui home industri,” tandas Saripuddin.(adv/imy/sam)

Saksikan video menarik berikut ini:

Komentar