Demi Mendiang Suami

Sri Juniarsih bersama Gamalis telah mendaftar di KPU Berau, bahkan hadir setelah dinyatakan negatif COVID-19, Senin (28/9).(Arjuna mawardi)

Dramatis. Pendaftaran Sri Juniarsih, bakal calon bupati Berau ke KPU. Menunggu swab dari Klinik Tirta. Hasil negatif. Sehingga pencalonan dapat dilaksanakan, dan berkas pencalonan dinyatakan diterima. Baik persyaratan calon maupun pencalonan.

Proses pendaftaran duet RAGAM Pesona Berau menegangkan. Di detik-detik terakhir waktu yang diberikan KPU. Pergantian calon. Di mana, Sri Juniarsih menggantikan mendiang suaminya. Muharram. Setelah ditetapkan berhalangan tetap. Atau, meninggal dunia usai menjalani perawatan di RS Pertamina Balikpapan. Akibat terpapar COVID-19. Kabar duka itu belum lama terjadi.

Rombongan tiba di Sekretariat KPU Berau pukul 23.14 Wita, Senin (28/9) malam. Tentu bersama partai koalisi. Baik pengusung maupun pendukung. Namun, tidak terlihat sosok Sri Juniarsih. Hanya terlihat Gamalis menaiki anak tangga. Langkah demi langkah. Tapi sosok wanita hebat itu tidak terlihat.

Ternyata, Sri Juniarsih masih menunggu hasil pemeriksaan PCR dari Klinik Tirta. Agar dapat menghadiri pencalonan ke KPU, mendampingi wakilnya. Gamalis. Untuk menyerahkan berkas pencalonan. Karena itu menjadi syarat hadir. Bakal calon harus menunjukkan hasil PCR. Jika negatif baru diperbolehkan hadir. Jika tidak, hanya bisa mengikuti melalui virtual.

“Hasil sudah keluar. Negatif. Ibu (Sri Juniarsih) sudah menuju KPU. Sebentar lagi sampai,” kata bakal calon wakil bupati Berau, Gamalis kepada Disway Berau, Senin (28/9) kemarin.

Tak lama, Sri Juniarsih tiba di KPU. Tepatnya pukul 22.16 Wita. Mengenakan masker dan face shield, wanita berhijab ini memasuki ruangan penyerahan berkas pencalonan bupati dan wakil bupati.

“Alhamdulillah, takbir.” sorakan tim pemenangan saat Sri Juniarsih tiba di KPU.

Proses penelitian berkas cukup alot. Menguras waktu. Sekira dua jam lamanya. Pada akhirnya, KPU menyatakan berkas lengkap. Memenuhi syarat. Baik persyaratan calon maupun pencalonan. Sudah dibuatkan berita acara diterima.

“Selanjutnya, keduanya akan melakukan pemeriksaan kesehatan di Balikpapan,” ucapnya.

Berkas diterima, tapi belum final ditetapkan pasangan calon kepala daerah. Menunggu hasil pemeriksaan kesehatan. Secara jasmani dan rohani, serta terbebas dari penggunaan obat-obatan terlarang. Narkotika. Untuk menentukan, apakah memenuhi syarat atau tidak.

Pasangan RAGAM Pesona Berau akan melakukan tahapan pengecekan kesehatan di Balikpapan. Sesuai PKPU, bahwa dalam pengecekan kesehatan minimal dilakukan di rumah sakit tipe B.

“Ada tiga hari waktu normalnya untuk penetapan,” jelasnya.

“Jika dalam waktu hasil check up kesehatan keduanya belum keluar, pihak rumah sakit akan mengirimkan surat kepada kami, untuk meminta tambahan waktu,” tambahnya.

Bakal bupati Berau, Sri Juniarsih mengatakan, optimistis maju pada perhelatan pesta demokrasi 2020. Rela dan ikhlas memantapkan diri. Menggantikan mendiang suaminya. Muharram. Petahana periode 2015-2020.

 Niatnya maju di pilkada, tidak terlepas dari permintaan dan dorongan masyarakat Bumi Batiwakkal. Tidak sampai hati menolak. Walaupun dalam keadaan berkabung. Berduka. Memantapkan diri bertarung di kontestasi politik. Melanjutkan perjuangan tim pemenangan pesona RAGAM pesona Berau. Terutama perjuangan suaminya.

“Berkat dukungan keluarga besar, saya mencoba semangat dan kuat melanjutkan perjalanan dan perjuangan almarhum (Muharram),” ucapnya.

Sementara bakal calon wakil bupati Berau, Gamalis menuturkan, dokumen pergantian bakal calon telah diterima di KPU. Setelah melakukan penelitian berkas syarat pencalonan. Berikutnya, akan melakukan tahapan pemeriksaan kesehatan, sebagai syarat penetapan calon.

“Insya Allah, secepatnya ditetapkan dan diberikan nomor urut,” katanya.

Sebagai langkah awal, sembari menunggu hasil pemeriksaan kesehatan. Pihaknya akan menyolidkan kinerja partai koalisi maupun relawan. Langsung bergerak meninggal ketertinggalan. Terutama mensosialisasikan pasangan calon. Baik door to door (silaturahmi) maupun media cetak maupun online. Meski, Sri Juniarsih merupakan simbol utama RAGAM Pesona Berau.

“Tidak dalam rangka yang masuk dalam kategori kampanye. Tapi hal ini akan dikonsultasikan ke Bawaslu dan KPU. Apakah boleh atau tidak, dan tidak melanggar tahapan pemilu sebelum ditetapkan pasangan calon,” tandasnya.

Kabar sembuhnya Sri Juniarsih, juga diungkapkan Wakil Ketua Enam Tim Pemenangan Ragam, Fitrial Noor.

“Alhamdulillah Umi (Sri Juniarsih) hasil swabnya negatif,” ujarnya kepada Disway Berau, Senin (28/9).

Sri Juniarsih melakukan swab sekira pukul 11.30 Wita di Klinik Tirta Medical Center. Dan hasilnya keluar 21.50 Wita, Senin (28/9).

“Jadi memang kami menunggu hasil itu sebelum kami datang ke KPU,” katanya.

Selama di Berau, kata Dia, ini merupakan swab control ketiga yang dilakukan oleh Sri Juniarsih. Swab pertama dilakukan pada 24 September 2020 di RSUD dr Abdul Rivai dengan menggunakan alat Tes Cepat Molekuler (TCM), dengan hasil positif.

Kemudian, dilakukan kembali pada 26 September sebagai swab control lanjutan dari tes yang dilakukan sebelumnya. Namun hasilnya masih terkonfirmasi positif COVID-19.

“Dan ini adalah swab control ketiga, dan hasilnya sudah dinyatakan sembuh,” tegasnya.

Berdasarkan percakapan yang dilakukannya dengan perawat yang melakukan swab terhadap Sri Juniarsih, bung Pipit-sapaannya- menjelaskan, pada 26 September lalu, kondisi tenggorokan Sri Juniarsih sudah menunjukan perbaikan.

“Jadi waktu itu, kondisinya memang di tenggorokan itu sudah tidak ada bercak putih. Kalau dari informasi perawat itu, pasien terkonfirmasi memiliki bercak putih di tenggorokannya,” jelasnya.

Selama menjalani isolasi mendiri, Sri Juniarsih melakukan olahraga kecil dan rutin untuk berjemur. Diakuinya, Sri Juniarsih sempat hampir drop, karena tiga hari kurang tidur.

“Setiap Umi (sapaan Sri Juniarsih) buka handphone beliau pasti nangis, karena melihat foto mendiang suaminya. Jadi anaknya memutuskan untuk mengambil handphone Umi, agar bisa fokus untuk penyembuhan,” ujarnya.

Lanjutnya, menunggu keputusan KPU untuk pemeriksaan kesehatan lanjutan di RSUD Kanujoso Balikpapan.

“Kami menunggu informasi itu. Jika malam ini ada keputusan, maka kemungkinan besok (hari ini) kami akan berangkat ke Balikpapan,” ungkapnya.

Selain itu, kata Dia, hasil swab Gamalis juga negatif. Walaupun sebelumnya memang negatif.

“Karena waktu swab kemarin sudah terlalu lama, jadi pak Gamalis melakukan swab lagi,” jelasnya. *jun/*fst/app

Saksikan video menarik berikut ini:

Komentar