Lanjut Tahun 2021


Pembangunan badan jalan menuju Pelabuhan Mantaritip, Kecamatan Sambaliung, beberapa waktu lalu.(IST)

TANJUNG REDEB, DISWAY – Lanjutan pembangunan jalan menuju Pelabuhan Mantaritip, Kecamatan Sambaliung membutuhkan anggaran Rp 30 miliar. Untuk panjang jalan 2 kilometer lebih.

Tahun ini tak bisa dilanjutkan. Karena keterbatasan anggaran. Makanya, diusul pada 2021. Jalan itu mulai dibangun 2016 hingga 2019.

Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau, Jimmy Alwi Siregar mengungkapkan, pembangunan akses jalan dibangun secara multiyears. Atau tahun jamak.

“Anggaran tahun jamaknya kemarin sekitar Rp 40 miliar. Belum selesai. Untuk tahun 2020 ini tidak tersedia anggaran,” katanya, belum lama ini.
Menurutnya, pembangunan jalan menuju lokasi pelabuhan sepanjang 7,2 km dengan lebar bukaan ruang milik jalan (Rumija) sekitar 50 meter.

Panjang jalan yang sudah dikerjakan, yaitu kondisi permukaan tanah timbunan sepanjang 5,1 km.

“Sebagian badan jalannya juga sudah dilapis dengan rigid pavement sepanjang 696 meter. Masih ada sekitar 2,1 km lagi yang belum dikerjakan,” ujarnya.

Selain pembangunan jalan, ada pula pembangunan jembatan tahap I pada 2019 sepanjang 150 meter. Dengan lebar jembatan 9 meter, termasuk trotoar. Namun, pemancangan dan pengadaan rangka masih dibutuhkan anggaran lanjutan.

Dikatakan, jembatan sangat penting diselesaikan. Agar pembangunan jalan sepanjang 2,1 km dapat kembali dilakukan.

“Untuk penyelesaian jembatan masih membutuhkan anggaran senilai Rp 20 miliar. Sementara anggaran lanjutan pengaspalan 2 km lebih membutuhkan Rp 30 miliar. Akan diusulkan di tahun 2021.” ungkapnya.

Pihaknya menargetkan, penyelesaian pembangunan jalan selesai tahun 2023. Itu jika anggaran tersedia atau disetujui pada 2021.

Sementara Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Berau, Abdurrahman mengatakan, jika pembangunan jalan menuju lokasi pelabuhan selesai, Kementerian Perhubungan akan segera membangun pelabuhan besar.

Sebelum pembangunan jalan, tambahnya, sudah ada pelabuhan dibangun Kemenhub. Tapi belum standar. “Karena yang dibangun adalah pelabuhan tradisional. Tidak bisa menjadi tempat bongkar muat peti kemas. Konstruksinya juga berbeda,” ujarnya.

Abdurrahman menambahkan, pelabuhan yang akan dibangun Kemenhub digadag-gadang akan menjadi pelabuhan industri. Pembangunan dilakukan jika akses jalan rampung.

Dalam rencana pembangunan pelabuhan, Abdurrahman mengaku telah membebaskan lahan sekira 2 hektare dan telah dihibahkan ke Kemenhub.

“Sudah jadi aset kementerian. Ada lagi persiapan lahan seluas 100 hektare. Rencananya itu akan menjadi pusat bongkar muat industri di Berau,” pungkasnya (*)

Saksikan video menarik berikut ini:

Komentar