HIPMI Samarinda Sayangkan Sanksi Pengusaha Citra Niaga

Samarinda, nomorsatukaltim.com – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia atau HIPMI Samarinda protes. Penerapan sanksi terhadap pengusaha di Citra Niaga kurang fair karena hanya menyasar sektor UMKM. Seharusnya berlaku untuk semua bidang usaha.

Sementara, kondisi yang sama juga dilakukan oleh tempat hiburan malam (THM). Di tempat itu pastinya tidak ada yang menerapkan protokol kesehatan. Tapi malah pemerintah tidak memberikan hukuman sesuai.

“Ada ketidak adilan di sini. Kalau bicara UMKM itu ditutup. Sementara hiburan malam masih bisa beroperasi,” kata Ketua HIPMI Samarinda Abdurrasyid Rahman, saat dihubungi melalui jaringan telepon, Senin (28/9).

“Apakah menjamin THM itu menerapkan protokol kesehatan saat mereka lagi melantai. Masa orang lagi joget-joget terus dibatasi satu meter. Kan enggak mungkin juga. Beri keadilan lah. Semua ditutup. Lakukan dengan take away,” katanya lagi.

baca juga: Administrasi Jadi Hambatan Keluarga Pasien COVID-19

Lalu, jejaring ekonominya dimaksimalkan. Apalagi banyak anggaran COVID-19 yang belum tersalurkan dengan maksimal. Bahkan sampai jadi silpa. Anggaran itu katanya bisa dimaksimalkan.

“Itu kan anggarannya miliaran. Kenapa enggak digunakan maksimal untuk perekonomian,” singgung Rasyid.

Pemkot Samarinda harusnya membantu para pelaku UMKM di Citra Niaga. Karena, kalau sudah ada penerapan protokol kesehatan, pastinya pendapatan mereka akan berkurang. Apalagi dengan adanya penurunan ekonomi. Tentunya akan memengaruhi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Pemerintah harus membantu. Agar mereka bisa bertahan. Dengan jejaring ekonomi tadi. Pihak perbankan juga membantu. Jadi, kalau ada hantaman resesi nanti, tidak berpengaruh besar terhadap ekonomi. Lagian, Citra Niaga kan juga sebagai maskot Samarinda,” pungkasnya. (mic/boy)

Saksikan video menarik berikut ini:

Komentar