Pintu Masuk ke Tenggarong Dijaga, untuk Tekan Kasus COVID-19

Kukar, nomorsatukaltim.com – Tenggarong dijaga ketat. Akses keluar masuk ibu kota Kukar itu tak seluwes biasanya.

Telah dibuat pos dan dijaga juga. Yakni akses masuk dari arah Samarinda-Tenggarong Seberang. Dan juga Loa Janan. Warga luar Tenggarong tak boleh masuk kecuali ada urusan mendesak.

Pembatasan akan dilakukan selama Operasi Yustisi. Sejak 16 September 2020 hingga akhir bulan nanti.

Keputusan ini diambil dengan berbagai pertimbangan yang matang. Salah satunya karena adanya peningkatan kasus COVID-19 secara drastis di Samarinda. Dan angka kematian yang semakin meningkat tiap harinya.

Bagi warga luar Kukar yang berkepentingan secara khusus, seperti urusan pekerjaan masih diperkenankan masuk. Selebihnya yang tidak memiliki alasan penting dilarang melewati perbatasan masuk ke Tenggaron.

“Kalau ada kegiatan khusus tidak masalah masuk,” ujar Koordinator Utama Penegakan Pendisiplinan Prokes COVID-19 Kukar, Letkol (Inf) Charles Alling, Sabtu (26/9/2020).

Dari giat ini diketahui. Ternyata masih banyak warga yang kerap melakukan perjalanan antar kecamatan. Padahal tidak punya keperluan mendesak. Setiap harinya rerata 80-an pengendara dari luar Tenggarong terjaring giat ini.

Yang punya alasan kuat. Dipersilakan masuk dengan berbagai catatan. Yang tidak, ya disuruh putar balik.

Operasi ini akan dilakukan sesuai jadwal tertera di atas. Tapi tidak menutup kemungkinan akan diperpanjang.

“Nanti akan kita evaluasi lagi, kelihatannya nanti akan diperpanjang, tapi gak tahu keputusan akhir dari Plt bupati,” terang pria yang juga menjabat Dandim 0906/Tenggarong.

Penjagaan pintu masuk wilayah ini. Sementara baru diterapkan untuk Tenggarong saja. Tapi jika ke depan situasinya tidak semakin membaik. Seluruh akses keluar-masuk Kukar akan diterapkan hal serupa.

Seperti diketahui Kukar memiliki banyak perbatasan. Dari Samarinda saja ada beberapa perbatasan. Yakni yang menuju Tenggarong Seberang, Loa Janan, Sanga-Sanga, Muara Badak.

Dari Balikpapan ada dua akses. Yakni dari Samboja dan jalur pesisir. Dari PPU, Kubar, Bontang-Kutim. Juga terdapat beberapa akses masuk.

Keputusan untuk menjaga Tenggarong ini berdasar evaluasi dinas terkait. Menggunakan skala prioritas. Maka jika ada pelonjakan kasus di kecamatan lain. Bisa jadi diterapkan peraturan serupa.

Penjagaan dilakukan setiap hari hingga pukul 21.30 Wita. Kemudian dilanjutkan giat patroli. Mendatangi tempat-tempat berkumpul khalayak.

Tak banyak keluhan dari warga sejauh ini. Justru warga setempat sangat mendukung penjagaan pintu masuk ini. Walau belum merata di setiap pintu masuk. Setidaknya ada upaya untuk mencegah makin banyaknya kasus baru di Kukar.

Untuk pendisiplinan prokes sendiri di Kukar. Di masing-masing kecamatan. Selain mengarahkan personel Satpol-PP, TNI, Polri. Turut dibantu pula oleh relawan yang tersebar di setiap kecamatan di Kukar. Sehingga petugas cukup terbantu dan lebih berkurang beban kerjanya.

Baca juga: Kasmidi Kembalikan Semua Fasilitas Negara, Fokus di Pilkada 2020

“Meskipun ada beberapa yang abai dan ditindak tegas,” pungkas Alling. (mrf/ava)

Saksikan video menarik berikut ini:

Komentar