PPU Sering Kekurangan Stok Darah

PPU, nomorsatukaltim.com – Beberapa kali RSUD Ratu Aji Putri Botung Nipah-Nipah kekurangan darah. Dalam penanganan pasiennya.

“Stok darah ada saja. Hanya kadang stok kosong,” kata Direktur Utama RSUD, dr Jansje Grace Makisurat, Selasa (22/9/2020).

Dalam situasi itu, petugas rumah sakit biasanya akan mencari pendonor. Informasi disiarkan melalui digital. Sampai pesan berantai. Apa saja yang penting lekas dapat pendonor di kala darurat.

“Kita hubungi para pendonor setia. Atau kita meminta bantuan masyarakat. Melalui grup-grup wa, atau medsos lainnya. Biasanya ada yang tergerak,” jelas dia.

Selain itu, meminta kepada keluarga pasien untuk mencari pendonornya. “Karena lebih mudah kalau keluarga,” imbuhnya.

Grace selalu mensosialisasikan. Mengajak berbagai kalangan untuk mendonorkan darahnya.

Ia tak mengetahui secara pasti, jika pandemi COVID-19 menjadi alasan kurangnya pendonor. Namun yang jelas, hilir mudik ke rumah sakit dibatasi selama situasi ini.

“Tidak ada kepastian. Kalau dibilang cukup tidak. Tapi selama ini sering tidak ada. Makanya saya harap ada pendonor,” ujarnya.

Yang ingin mendonorkan darahnya, bisa langsung ke laboratorium rumah sakit. Seperti pada umumnya, ada kriteria untuk menjadi pendonor.

Untuk diketahui, yang melayani pendonoran darah di PPU hanya RSUD di Nipah-Nipah ini. Palang Merah Indonesia (PMI) di PPU ada. Namun karena keterbatasan alat, belum bisa dilakukan.

Dihubungi terpisah, Ketua PMI PPU Hamdam Pongrewa sebenarnya sangat berharap bisa turut andil dalam pemenuhan stok darah.

“Selama ini, petugas PMI sifatnya hanya membantu saja dalam kegiatan donor darah yang digelar,” ujarnya, Kamis (24/9/2020).

Sedari awal soal pendonoran darah memang ada di RSUD. Alat yang dimiliki merupakan bantuan pemerintah pusat melalui dana alokasi khusus (DAK).

Saat pengadaan itu, PMI belum memiliki gedung. Markas utama untuk mengelola pendonoran darah. Alahasil mesin itu dipertanggungjawabkan ke RSUD.

“Saya berharap markas besar PMI sekaligus kantor ini dapat difungsikan sebagai pengelola layanan donor darah,” terangnya.

Hamdam juga telah berkoordinasi dengan manajemen rumah sakit terkait hal itu. Namun hingga kini belum bisa direalisasikan.

Baca juga: Perempuan Dalam Pemilihan BPD di PPU

“Karena idealnya memang tugas PMI dalam pemenuhan stok darah itu. Semoga bisa segera dilakukan,“ tutup Hamdam. (rsy/ava)

Saksikan video menarik berikut ini:

Komentar