Perjuangkan Pembangunan Lapas


KERAJINAN tangan warga binaan Lapas Tarakan ditinjau Gubernur Kaltara Irianto Lambrie, Rabu (23/9).(HUMAS PEMPROV KALTARA)

TARAKAN, DISWAY – Rencana pengembangan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II Tarakan, akan terus diperjuangkan Gubernur Kaltara Irianto Lambrie.

Dikatakan, gagasan pengembangan lapas sudah diupayakan sejak 2017. Saat itu, dirinya mengusulkan pembangunan lapas ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), termasuk di Bulungan.

“Mengingat 2 lapas di Kaltara, yakni Lapas Tarakan dan Nunukan sudah over kapasitas,” ucap Irianto ketika meninjau pengobatan gratis di Lapas Kelas II Tarakan, Rabu (23/9) siang.

Namun, usulan tersebut dimentahkan oleh Kemenkumham. Lantaran persoalan serupa juga terjadi di lapas lain. Saat itu pun, lanjutnya, Kemenkumham juga belum memiliki alokasi anggaran memadai untuk pembangunan lapas maupun lapas baru.

“Tapi saya tetap menilai harus ada. Minimal pengembangan pada lapas di Kaltara. Dari itu, ada bantuan operasional dan perbaikan gedung di Lapas Tarakan yang menggunakan APBD Kaltara,” ujarnya.

Mengingat pentingnya pengembangan infrastruktur di Lapas Tarakan, Gubernur pun akan tetap berupaya mengerahkan daya upaya, agar gagasan tersebut terealisasi.

“Untuk pengembangan Lapas Tarakan atau pembangunan baru, akan diupayakan pada tahun-tahun berikutnya. Ini mengingat Indonesia akan memasuki resesi ekonomi karena pandemi, termasuk kaltara. Tapi kita tak boleh pesimis, insya Allah kita akan bisa mengatasi masalah ini bersama-sama,” ujarnya.

Di balik keterbatasan itu, Irianto juga menyampaikan respek dan penghargaan kepada Kepala Lapas Kelas II Tarakan Yosef Benyamin Yembise. Ia menilai di bawah kepemimpinan Yosef, Lapas Tarakan mengalami banyak perubahan ke arah yang lebih baik.

“Ini salah satunya berkat pengalaman panjang Pak Yosef dalam kariernya. Dari situ, diperoleh hasil kerja nyata dan manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” ujarnya. HMS

Saksikan video menarik berikut ini:

Komentar