Dana Kampung Fokus ke Padat Karya


TANJUNG REDEB, DISWAY – Alokasi dana kampung/desa tahun 2020 diharapkan agar fokus pada program padat karya.

Harapan itu datang dari Kepala Dinas Pemberdayan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Berau, Ilyas Natsir. Menurutnya, padat karya akan melibatkan masyarakat dalam pembangunan infrastruktur.

“Program padat karya diperuntukkan kepada masyarakat yang terkena dampak pemutusan hubungan kerja,” katanya.

Terutama, tambahnya, di perkampungan yang berada di sekitar lingkar tambang dan perusahaan-perusahaan yang telah melakukan efisiensi. Sebab, kasus PHK masih banyak berasal dari sektor tersebut.

“Program padat karya sebenarnya sudah menjadi prioritas sejak adanya anggaran dana kampung. Tetapi tahun ini sangat diharapkan lebih difokuskan lagi. Kalau ada lebih dari program padat karya, diperuntukkan untuk penanggulangan masalah COVID-19,” ujarnya, Rabu (29/9).

Program padat karya yang dimaksud Ilyas, yaitu drainase, atau pembangunan lainnya. Dengan demikian, perputaran anggaran kampung kembali juga pada masyarakat sendiri.

Jika perlu, imbuh Ilyas, kampung tidak lagi harus menggunakan jasa kontraktor atau pihak lainnya. Tetapi memanfaatkan potensi yang ada di kampung.

Ilyas mengungkap, dana kampung pada 2020 untuk Kabupaten Berau sebagian besar telah dicairkan. “Dana kampung pasti akan cair total. Sementara ini masih ada satu tahapan. Pencairannya empat kali. Setiap dua minggu cair,” tandasnya. (RAP)

Saksikan video menarik berikut ini:

Komentar