Bunga Runtu: Satu-satunya Petani di Dalam Kota

Bunga Runtu menanam padi tidak untuk dijual. Hanya untuk konsumsi keluarganya saja. Yang tak sering masih kurang.

hari tani

BONTANG, Nomorsatukaltim.com — Luasan pertanian di Bontang sedikit sekali. Di dalam dokumen Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Bontang, luas pertanian hanya 10 hektare.

Itupun terletak jauh dari pusat kota. Butuh 35 menit menuju lokasi pertanian itu. Namanya Kampung Nyerakat Kiri. Sesuai namanya berada di sebelah kiri jalan hauling milik PT Indominco Mandiri.

Di dalam kota ada juga lahan pertanian. Yang bercocok tanam pria renta. Usianya sudah lebih separuh abad. Namanya Bunga Runtu.

Juga sesuai namanya. Bunga rajin menanam. Tanamannya padi. Yang ditancap di atas lahan 1/2 hektare di Jalan Damai, Kelurahan Kanaan, Kecamatan Bontang Barat.

Sudah 4 masa tanam ia jalani sebagai petani padi. Dan mungkin satu-satunya yang nekat bercocok tanam padi di tanah rawa.

Lokasi tanam padi Bunga ini tepat di sisi jalan. Persis di sebelah Gereja Advent. Ada 2 petak sawah di situ. Yang satu digarap Bunga. Satunya lagi oleh temannya, Pite.

Bunga bukan pemilik lahan yang setengah hektare itu. Lahan kosong itu milik karyawan swasta. Yang rumahnya di perumahan karyawan juga.

Ia hanya meminjam. Ketimbang kosong ditumbuhi ilalang. Lalu digarap. “Saya belajar menanam dari kampung (Toraja),” ujar Bunga.

Hasil panennya sekitar 500 kilogram. Yang dipanen tiap 6 bulan sekali. Untung-untung dalam setahun bisa menanam 2 kali.

Sawah yang digarap Bunga ternyata hanya bergantung air hujan. Tidak ada pengairan yang melintasi sawahnya. Dulu pernah ada. Namun, entah mengapa saluran air ditutup. Dan tertutup pula sumber airnya.

Jadi selama ini Bunga menanam sesuai musim. Jika kemarau ia tak berani. Pernah ia coba nekat menanam. Hasilnya gagal total.

Untuk sekali tanam biayanya sekitar Rp 1 juta. Uang itu untuk beli bibit, pupuk dan racun rumput liar.

“Dulu pernah dikasih racun dari pemerintah, tapi gak sampai ke saya,” keluhnya.

Hasil padi miliknya tak pernah dijual. Hanya dibagikan ke anak-anaknya. Bunga diusia ke-63 tahun kini punya 15 cucu dari 6 orang anaknya.

“Dipakai makan saja masih kurang, apalagi mau dijual,” ungkapnya.

Harga Getah Kubar Murah Karena Kotor

Masa panen tak lama lagi. Artinya tak lama lagi ia menanam. Sembari berharap musim penghujan tiba. Dan berharap juga pemerintah beri bantuan untuk modal tanam.  (wal/ava)

Saksikan video menarik berikut ini:

Komentar