Anak Presiden Lawan Tukang Jahit di Pilkada Solo

Solo, nomorsatukaltim.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surakarta resmi menetapkan 2 pasangan calon di Pilkada Serentak 2020: Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa dan Bagyo Wahyono-FX Supardjo (Bajo).

Pertarungan di Solo jadi salah satu yang ditunggu publik. Sebab akan mempertemukan putra Presiden Joko Widodo dengan juru las dan tukang jahit yang maju lewat jalur perseorangan.

Gibran-Teguh diusung oleh PDIP, partai pemilik mayoritas kursi di DPRD Solo. Selain itu, ada dukungan dari sejumlah partai lain: PAN, Golkar, Gerindra, dan PSI.

Sementara Bajo mendaftar lewat jalur perseorangan. Jalan mereka dimuluskan oleh dukungan 38.831 warga yang bersedia menyumbangkan KTP sebagai syarat dari jalur independen.

Gibran dikenal sebagai pengusaha muda sebelum terjun ke politik. Anak sulung Jokowi ini menggeluti bisnis kuliner dengan mendirikan katering Chilli Pari dan martabak Markobar.

Ia terjun ke politik baru di akhir tahun lalu. Setelah menyatakan keinginannya mencalonkan diri sebagai wali kota Solo. Ia bergabung dengan partai politik yang menaungi ayahnya: PDIP.

Sementara Teguh adalah politikus senior PDIP di Solo. Ia berprofesi sebagai guru olahraga di SMK Bhinneka Karya Solo sebelum terjun ke politik.

Setelah bergabung dengan PDIP, ia berkarier sebagai anggota DPRD Kota Solo. Teguh pun sempat menjabat Ketua DPRD Solo periode 2014-2019.

Adapun sang penantang, dikenal sebagai duet tukang jahit dan ketua RW. Bagyo adalah penjahit baju yang biasa menyuplai barang dagangan ke Beteng Trade Center maupun Pusat Grosir Solo. Sementara Supardjo adalah pegawai swasta yang juga menjabat ketua RW di Pajang.

Mereka berhasil mengumpulkan KTP dari warga untuk maju dari jalur perseorangan. Bagyo dan FX Supardjo sama-sama tidak memiliki pengalaman politik. Mereka hanya aktif di Tikus Pithi Hanata Baris, organisasi yang mendorongnya maju di Pilkada Solo.

Masa kampanye Pilkada Serentak 2020 dimulai Sabtu (26/9) dan akan berlangsung selama 71 hari. Tanggal pencoblosan jatuh di hari Rabu (9/12).

PROFIL SOLO

Solo memiliki wilayah seluas 46,01 km dengan jumlah penduduk 519.587 jiwa. Mayoritas penduduk beragama Islam (86,68 persen). Disusul Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan lainnya.

Dari sisi pendapatan asli daerah (PAD), Kota Solo mengalami fluktuasi. Pada 2016 PAD Kota Solo mencapai Rp 425,5 miliar. Tahun 2017 PAD meningkat menjadi 527,53 miliar. Namun di tahun 2018 angka tersebut menurun menjadi Rp 525,12 miliar.

PETA POLITIK

Pada Pilpres 2019, pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin menang telak di Solo atas Prabowo Subianto-Sandiaga S. Uno. Perolehan suara Jokowi-Ma’ruf mencapai 82,22 persen. Demikian juga di Pilpres 2014. Di mana Jokowi-Jusuf Kalla meraup 84,30 persen suara warga Solo.

Hal ini tak lepas dari nama Jokowi yang pernah menjabat sebagai Wali Kota Solo selama satu setengah periode. Di samping itu, Solo secara tradisional dikenal sebagai basis terkuat PDIP: pengusung Jokowi.

Di posisi kedua, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tertinggal jauh dengan 5 kursi. Sementara partai lain yaitu Golkar, PAN, dan Gerindra masing-masing hanya mendapat 3 kursi. PSI sebagai partai pendatang baru mampu merebut 1 kursi. PSI menggusur partai lain yang lebih besar seperti Demokrat, PKB, Nasdem, dan PPP.

KASUS CORONA

Berdasarkan data di surakarta.go.id, telah ada 609 kasus positif virus corona di Kota Solo per 23 September. Dari jumlah tersebut, 474 telah sembuh, 26 orang meninggal dunia. Masih ada 67 orang yang menjalani isolasi mandiri dan 42 dirawat di rumah sakit.

Beberapa kasus corona yang mendapat perhatian publik di antaranya Wakil Walikota Solo Achmad Purnomo dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Solo Etty Retnowati.

Selain itu, COVID-19 di Solo juga sempat menjadi sorotan. Lantaran 100 lebih dokter dan karyawan RS Umum Daerah dr Moewardi dinyatakan positif COVID-19. Sebagian besar merupakan dokter yang sedang mengikuti Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) dari UNS. (cnn/qn)

Saksikan video menarik berikut ini: