Baru 15 Persen UMKM di Balikpapan Melek Digital

Balikpapan, nomorsatukaltim.com – Dinas Koperasi UMKM dan Perindustrian Kota Balikpapan memaparkan baru sekitar 15 persen pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) memanfaatkan pemasaran online atau daring.

Angka itu merupakan hasil pendataan. Yang sebagian besar pelaku usaha masih menggunakan metode pemasaran secara offline.

Pelaksana Tugas Dinas Koperasi UMKM dan Perindustrian Balikpapan, M Yusuf menjelaskan, dari jumlah UMKM yang terdata masih sangat minim menggunakan daring.

Dengan kondisi pandemi, sebagian mulai mempelajari pemasaran dengan online. Karena otomatis penjualan yang dilakukan dengan tatap muka secara langsung tidak bisa dilakukan.

Baca Juga: 4.254 UMKM di Balikpapan Diusulkan Dapat Banpres

“Kalau dari pantauan kami, kemudian UMKM yang melapor. Kemungkinan baru 10-15 persen UMKM yang melakukan pemasaran dengan digital,” kata M Yusuf, saat dijumpai Selasa (22/9).

Berdasarkan survei tahap III-2020 oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia. Bahwa 80% UMKM mengalami penurunan penjualan. Kemudian 49% penurunan harga jual, 46% mengalami penurunan pasokan bahan baku dan 34 persen mengalami kesulitan membayar cicilan.

Agar UMKM terbiasa memanfaatkan teknologi dalam menjual produk. Pemerintah kota menjali kerja sama dengan BUMN termasuk Bank Indonesia. “Dari kerja sama ini ada pelatihan-pelatihan bagi UMKM untuk menggunakan digital dalam melakukan pemasaran dan penjualan,” ujarnya.

Melalui pengenalan tersebut, maka otomatis UMKM menggunakan UMKM. Itu dilakukan untuk meningkatkan penjualannya. “Karena dalam kondisi pandemi COVID-19, semua UMKM pastinya terdampak,” terang Yusuf.

Pandemi juga memberikan dampak tersendiri bagi pelaku usaha yang membuat produk oleh-oleh khas Balikpapan. Karena UMKM tersebut mengandalkan dari pengunjung yang datang ke Kota Minyak ini.

“Untuk tetap memperoleh pendapatan. Sebagian beralih ke produk makanan sehari-hari. Peluang yang lagi berkembang atau tren dengan metode digital,” kata dia lagi.

Dia pun berharap UMKM harus bisa melihat peluang usaha dan memiliki strategi pemasaran yang baik. Tujuannya produk dikenal dan dijual menggunakan digital. “Produk juga harus diperhatikan agar mampu bersaing di pasar,” pungkas Yusuf. (fey)

Saksikan video menarik berikut ini:

Komentar