LCC Kebudayaan dan Permuseuman dengan Protokol Kesehatan Ketat

Kukar, nomorsatukaltim.com – Di tengah pandemi COVID-19, penyelenggaraan lomba cerdas cermat (LCC) Kebudayaan dan Permuseuman tingkat SLTP se-Kaltim, Selasa (8/9/2020) lalu sukses digelar. Acara yang digelar UPTD Museum Mulawarman di Aula Museum Mulawarman, Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar) tersebut diselenggarakan dengan protokol kesehatan ketat.

Lomba dibuka Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdik) Kaltim Anwar Sanusi MPd, dan dihadiri Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya Kaltim, Kepala UPTD Taman Budaya Kaltim, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Wilayah III, dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kukar, serta Kepala Museum Kayu Tenggarong, Kukar.

Bertema “Generasi Milenial Peduli Kebudayaan dan Sejarah Bangsa“, LCC dilaksanakan berdasarkan Surat Kepala Museum Nasional tentang Pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat Museum Nasional di Jakarta tingkat SLTP/MTS seluruh Indonesia, yang akan dilaksanakan pada 11–15 Oktober 2020 mendatang. Ketua Penyelenggara sekaligus Kepala UPTD Museum Mulawarman, Joko Rukmono SSos mengatakan, pelaksanaan lomba ini sudah mendapat persetujuan dari Satgas COVID-19 Kukar. Artinya, aman dilaksanakan. Bahkan bisa menjadi tolok ukur untuk pelaksanaan event sejenis.

“Rekomendasi Satgas COVID-19 Kabupaten Kukar sangat penting terkait pelaksanaan kegiatan ini.” Kata Joko.

Saat itu, pengawasan ketat dilakukan. Peserta yang terdiri dari 9 regu yang masing-masing berisi 3 orang, wajib tidak melepas masker selama perlombaan. Jarak antar-peserta juga dibatasi. Kesuksesan gelaran event positif ini, mengikuti jejak event sebelumnya. Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional Anak Berkebutuhan Khusus (FLS2N ABK) Tingkat Provinsi Kaltim 2020, yang digelar secara daring, 31 Agustus – 1 September lalu.

Meski begitu, acara itu sukses diikuti semua peserta dari semua jenjang. Mulai dari SDLB, SMPLB, serta SMALB yang berasal dari 36 Sekolah Luar Biasa/Khusus se-Kaltim. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim, Anwar Sanusi MPd mengatakan, perhelatan lomba-lomba itu bukan hanya sekedar mencari juara, tapi lebih membuat peserta memeroleh pengalaman dan melestarikan budaya di daerahnya. Tentu saja dengan mematuhi arahan pemerintah terkait protokol kesehatan di masa pandemi. Bahkan kesuksesan pelaksanaannya bisa jadi panduan untuk penyelenggaraan event sejenis selanjutnya.

“Anak-anak kita jangan sampai melupakan sejarah. Generasi milenial wajib ditumbuhkan rasa apresiasi budaya dan tokoh pahlawan serta meneladani sikap patriotisme. Selain itu tentu tetap mengacu pada protokol kesehatan,” pesannya. (adv/*/zul)

Saksikan video menarik berikut ini:

Komentar