UMKM Amplang Samarinda Ciptakan Penggorengan Multiguna

Produksi Meningkat, Kualitas Lebih Baik

Samarinda, nomorsatukaltim.com – Amplang merupakan salah satu oleh-oleh khas Samarinda. Terbuat dari bahan dasar ikan atau pun udang. Cukup nikmat jika disantap bersamaan dengan nasi, sambel goreng, dan beberapa lauk pauk khas kota yang memiliki oleh-oleh kain Tajong ini.

Pengolahan amplang di Samarinda juga cukup banyak. Karena memang makanan ini hanya ada di Kota Tepian saja. Beberapa daerah di Samarinda juga menjadi tempat memproduksi amplang. Seperti yang ada di Jalan Rumbia, Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Samarinda Ilir ini.

Perbedaan dari tempat produksi amplang ini, mereka berhasil menemukan alat penggorengan multiguna yang mereka rakit sendiri. Lebih efisien, tentunya iya. Produksi amplang pun juga meningkat karena alat tersebut.

Dikatakan Ahmad Jainuden selaku kepala produksi Amplang Kuku Macan, alat tersebut sangat membantu para pekerja. Namun ia juga tetap menggunakan penggorengan dengan wajan.

“Ada alat itu, ada juga wajan. Tujuannya untuk pembanding saja. Tapi yang menggunakan alat itu kualitas amplang yang dihasilkan jauh lebih baik,” terangnya yang ditemui langsung di lokasi produksi amplang, Senin (21/9).

Mengenai alat tersebut, pria yang akrab disapa Inong oleh karyawannya ini berani mengklaim bahwa hanya tempatnya lah yang memiliki alat tersebut. Tetapi tidak menutup kemungkinan jika ada orderan dari usaha amplang lainnya yang juga ingin memiliki alat itu “Kalau ada yang mau order untuk alatnya, kita bisa sediakan. Kita yang desain juga,” kata Inong.

Tak hanya itu, kelebihan dari alat penggoreng multiguna ini sangat efisien soal waktu. Untuk tenaga pun bisa dibilang tidak merepotkan pekerja. “Kalau pakai wajan, harus diperhatikan terus, dibalik-balik sendiri. Kalau ini (alat penggoreng multiguna) tidak, efisien soal tenaga sama waktunya,” tuturnya.

Usaha dagang Taufik Jaya Makmur ini dijelaskan Inong sudah berdiri sejak 1992. Dan sudah dua generasi yang mengelola. Untuk branding nama diakui oleh Inong sudah cukup dikenal.

Baca Juga: UMKM Batik Tulis Pertama di Samarinda

Pemasarannya sendiri sebelumnya dilakukan dengan cara bekerjasama dengan warung-warung makan atau toko-toko kelontong di Samarinda. Tetapi sejak pandemi, peralihan marketing pun dilakukan. “Kita menggunakan sosial media (sosmed) saja untuk sekarang, nah yang kelola anak dari pemilik usaha,” lanjutnya.

Dalam sehari ratusan kilogram amplang bisa diproduksi untuk 4 toko yang tersebar di Samarinda dan Balikpapan. Namun saat pandemi seperti sekarang, diakui Inong penurunan produksi pun turun. “Biasanya ratusan kilogram sehari, ini turun cuma 40 kilo aja untuk produksi amplangnya,” ucap Inong.

Inong berharap, semoga kedepannya pandemi segera berakhir. Agar produksi amplang juga kembali bergairah. “Total pekerja kita yang dibagikan produksi ada 7 orang, yang untuk karyawan toko di Samarinda ada 6 dan yang di Balikpapan ada 4. Bersyukurnya kita tidak ada yang sampai merumahkan karyawan kita, walau omzet mungkin bisa dikatakan turun, tapi kita tetap survive sih,” tandas Inong mengakhiri. (nad/eny)

Saksikan video menarik berikut ini:

Komentar