Lebih Menjanjikan, 9 Perusahaan Sudah dan Akan Beroperasi di Buluminung

kawasan industri buluminung

Sejumlah perusahaan sudah beroperasi di Kawasan Industri Buluminung (KIB), Penajam Paser Utara. Sebagian lagi dalam tahap pembangunan. Beberapa lainnya dalam masa perencanaan investasi. Melihat potensinya, KIB dinilai lebih menjanjikan.

Kawasan Industri Buluminung (KIB) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) sudah dicanangkan sejak 2015. Pada 2016, tata ruang KIB sudah ditetapkan. Dalam Peraturan Daerah (Perda) Kalimantan Timur (Kaltim) nomor 1.

Luasannya sekira 5.424 hektare lahan. Di Kecamatan Penajam. Meliputi wilayah Buluminung, Gersik, Jenebora, Pantai Lango dan sekitarnya. Akses penghubungnya adalah jalan pendekat Jembatan Pulau Balang. Yang saat ini dalam proses pengerjaan. Sudah sekira 90 persen.

KIB dinilai potensial. Lokasinya strategis. Hingga kini, tanpa banyak campur tangan pemerintah, beberapa investor sudah berdatangan. Seperti PT Agra Bareksa Indonesia, PT Fajar Surya Swadaya, PT Waskita Beton Precast, Eastkal Supply Base, Pelabuhan CPO Astra, Terminal Khusus Batubara PT Penajam Prima Coal. Serta terbangunnya Pelabuhan Perumda Benuo Taka milik Pemkab PPU.

  • sang badar
  • andirus
  • zairinsarwono

Baca Juga: WSBP Plant Buluminung Bersiap Sambut Rencana IKN ke Kaltim

Beberapa investor lagi masih tahap perencanaan. Seperti PT Kereta Api Borneo dan Russian Tekno Park. Beberapa rencana juga telah disusun. Pembangunan Kajian Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi  Bidang Kelautan (IMSTeP) dan Techno Park. Direncanakan pemerintah pusat dan Pemprov Kaltim. Lalu Pemprov Kaltim, Batan dan Pemkab PPU juga berencana membangun Buluminung Nuclear Science Technopark.

Investasi Pemkab PPU ialah membangun jalan. Ada sekira 17 kilometer jalan telah terbangun. Didesain dua jalur. Lebarnya sekira 50 meter. Rigit beton. Itu investasi terbesar Pemkab PPU masuk ke sana. Sekira Rp 348 miliar. “Saat ini investasi besar kita ada di jalan,” jelas Kepala Bidang Pembangunan Setkab PPU, Nicko Herlambang.

Akses jalan itu belum rampung. Sejatinya, pembangunan akses KIB menjadi satu kesatuan dengan program aksebilitas coastal road (jalan pesisir).

Jalan yang sudah ada itu akan terhubung ke Jembatan Pulau Balang. Menjadi jalan pendekat jembatan yang melintasi Pulau Balang. Penghubung dengan Kawasan Industri Kariangau di Balikpapan. “Artinya masih ada jalan lagi yang menjadi tanggung jawab Pemprov Kaltim,” kata Nicko.

Panjangnya sekira 20 kilometer lagi. Sudah bisa dilalui. Tapi Kondisinya masih agregat. Belum ada peningkatan. “Kita belum tahu kebutuhan anggarannya. Itu di provinsi. Rencana awal mereka lebarnya 50 meter lebarnya,” sebutnya.

Yakin terbangunnya jalan ini akan semakin menghidupkan kawasan. Ditambah dengan tersambung dan beroperasinya Jembatan Pulau Balang. Satu lagi yang mampu mendorong. Yaitu jika Jembatan Tol Teluk Balikpapan berlanjut. “KIB bisa hidup juga,” tegas Nicko.

Jembatan dari Nipah-Nipah PPU ke Melawai Balikpapan itu lagi mandek. Investasi akan masuk. Melalui PT Waskita Beton Precast. Karena jembatan itu menggunakan sistem precast.

Rencana Jangka Panjang Pemkab PPU

Awalnya KIB luasan konsesinya hanya sekira 500 hektare. Lalu diperluas untuk meningkatkan posisi tawar Kaltim.

Sejatinya Pemkab PPU ingin menjadi pengelola sebagian besar lahan di sana. Tapi sejak perencanaan awal, Pemkab PPU tak memiliki anggaran yang memadai. Tidak mampu melakukan pembebasan lahan untuk dikelola.

“Jika bisa menguasai 100 sampai 200 hektare. Kami bisa menetapkan zonasi kawasan industri milik Pemkab PPU. Jadi kami juga punya daya tawar lebih,” kata Nicko.

Saat ini Pemkab PPU hanya mengelola sekira 15 kilometer. Rencana jangka panjangnya ialah menyambut perpindahan dan pindahnya ibu kota negara (IKN) ke Kaltim. “Yang terdekat untuk men-support yang KIB ini,” tandasnya.

Benar saja, dari sisi lokasi paling dekat dibanding dengan kawasan industri lainnya. Ke lokasi yang digadang-gadang menjadi titik pusat pemerintahan negara itu.

Lalu dalam pengelolaannya, Pemkab PPU bisa menerapkan sistem sewa. Ada para investor. Tujuannya jelas. Untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

Tidak hanya memiliki pelabuhan saja. “Tapi juga fasilitas lainnya. Ada pergudangan serta yang lainnya,” ujarnya. Lalu, memberikan dukungan dari perizinannya. “Sudah ada AMDAL, UKL-UPL dan yang lainnya,” imbuh Nicko.

Dukungan Anggaran

Untuk menghidupkan KIB secara optimal. Jelas butuh dukungan kebijakan dan anggaran dari berbagai pihak. Bukan hanya Pemkab PPU. Tapi juga Pemprov Kaltim dan pemerintah pusat. “Kami (Pemkab PPU) berharap semua program-program pendukungnya dapat segera dilanjutkan,” ujar Nicko.

Dilihat dari potensinya, KIB juga dinilai ideal menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Bila cermat, kata Nicko, justru lebih mudah untuk menghidupkan KIB ketimbang KEK Maloy.

“Setidaknya anggaran yang dibutuhkan untuk memaksimalkan KIB, seperempat dari dana yang sudah digelontorkan ke KEK Maloy,” pungkasnya. (rsy/eny)

Saksikan video menarik berikut ini: