Cegah Resesi Ekonomi, Edi : Belanjalah di UMKM Lokal

Resesi ekonomi adalah ancaman nyata. Tapi dengan berbelanja di warung tetangga, potensi itu bisa ditepis.

Kukar, nomorsatukaltim.com – Pandemi COVID-19 nyatanya bukan sekedar isu kesehatan semata. Dampaknya sangatlah luas. Utamanya di ekonomi. Ancaman resesi terjadi di mana-mana. Di banyak negara. Termasuk Indonesia. Kukar salah satunya.

Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) sempat terjadi beberapa waktu lalu. Diikuti dengan kebijakan perusahaan yang juga “merumahkan” sebagian pekerjanya.

Bupati Kukar Edi Damansyah. Yang sebentar lagi akan menanggalkan jabatannya karena harus fokus di Pilkada. Yakin betul kalau ancaman resesi tak akan terjadi di Kukar. Walau pelemahan ekonomi jelas tak terelakkan.

Terlebih dalam Perbup 54/2020. Di mana Kukar mengatur ketat protokol kesehatan. Yang salah satunya akan berdampak pada aktivitas ekonomi. Karena adanya aturan jarak sosial. Yaitu tak boleh ada lagi kegiatan kumpul-kumpul yang tidak perlu lagi.

Aturan ini jelas berdampak pada pendapatan penjaja makanan dan minuman. Yang tempat jualannya kerap dijadikan tempat berkumpul khalayak. Dari yang sekedar ngopi segelas tapi nongkrongnya sampai kedai tutup. Atau gerombolan keluarga yang ingin sekedar makan malam bersama.

Tapi menurut Edi. Aturan tersebut tak semata-mata membunuh mata pencaharian warganya. Justru dengan menerapkan prokes ketat. Pandemi bisa segera diatasi. Dan roda ekonomi kembali berjalan normal kembali.

Secara teknis, UMKM tetap bisa berjalan. Hanya cara dan waktunya saja yang berubah. Dari pantauan di lapangan. Terlepas Pemkab rajin melakukan razia prokes. Kegiatan ekonomi kerakyatan tetap berjalan. Yang bejualan tetap berjualan. Petani dan nelayan tetap berproduksi. Pasar malam juga masih beroperasi. Hanya memang khusus yang bergerak di jual menjual, waktunya dibatasi.

“Hanya waktu yang diatur berkurang, saya kira perekonomian masih berputar lah,” ujar Edi Damansyah pada Disway Kaltim belum lama ini.

Secara isu kesehatan. Yang dilakukan Pemkab jelas sudah benar. Bagaimanapun rantai penularan virus corona harus segera dihentikan. Tinggal kini masyarakatnya saja lagi. Bisa kooperatif atau tidak. Mau sama-sama keluar dari jerat wabah asal China itu. Atau mengulurnya.

Berbicara soal resesi, Edi meminta agar warganya urun berkontribusi. Selain sama-sama menerapkan prokes. Warga juga diminta untuk tetap menghidupkan sektor UMKM. Yakni dengan membelanjakan uangnya di pedagang-pedagang lokal. Agar uang masyarakat Kukar, berputarnya di Kukar juga.

Baca juga: Abai Prokes di Paser, Dihukum Baca Pancasila

“Masyarakat (diharap) tetap tenang, ini kan terus kita pantau. Ya utamakan lah belanja di tetangga,” pungkas mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar tersebut. (mrf/ava)

Saksikan video menarik berikut ini: