Asyik, SPP SD dan SMP Dibiayai Pemerintah

Asyik, SPP SD dan SMP Dibiayai Pemerintah
Pemkot Balikpapan memberikan subsidi SPP kepada peserta didik SD/MI, SMP/MTs Swasta se-Kota Balikpapan, di halaman Balai Kota Balikpapan, Senin (21/9). (Andi Muhammad Hafizh/ Nomorsatukaltim)

Balikpapan, Nomorsatukaltim.com – Pemkot Balikpapan salurkan Rp 15 miliar untuk membiayai SPP pelajar SD dan SMP swasta, Senin (21/9) kemarin. Anggaran bersumber dari APBD perubahan. Tepatnya dari SiLPA yang dialihkan.

Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi yang didampingi Kepala Disdikbud Balikpapan Muhaimin menjelaskan bantuan ini untuk mengcover pembayaran SPP semester kedua. Yakni sejak Juli sampai Desember 2020. “Untuk selanjutnya nanti kita lihat. Ini kita juga belum tahu perkembangan anggaran kita, pendapatannya. Jadi kita hati-hati sekali untuk 2021,” bebernya.

Sementara itu Kadisdikbud Balikpapan Muhaimin membeberkan rinciannya. Bantuan ini diberikan untuk 53 SD swasta, 23 SD Madrasah Ibtidayah (MI), 52 SMP swasta, serta 15 MTS swasta. Dengan total jumlah murid SD MI 19.260 anak. Dan jumlah total siswa tingkat SMP yakni 12.874 siswa. “Jadi untuk tingkat SMP itu per bulannya dibantu Rp 100 ribu, mulai bulan Juli sampai dengan Desember,” ungkapnya.

Sementara untuk tingkat SD. Dibantu Rp 60 ribu, per anak, per bulan. Dalam rentang waktu yang sama dengan tingkat SMP.

  • sang badar
  • andirus
  • zairinsarwono

Muhaimin mencontohkan pembayaran SPP di SD Bhayangkari. Misalnya setiap anak dibebankan biaya SPP perbulannya Rp 300 ribu, maka pihak sekolah akan mengurangi biaya tersebut sebanyak Rp 60 ribu. Sehingga orang tua murid hanya perlu membayar sisanya, atau Rp 240 ribu. Hal yang sama berlaku bagi siswa ditingkat SMP. “Tetapi kalau ternyata biayanya memang pas misalnya Rp 100 ribu atau dibawahnya maka anak-anak tersebut menjadi gratis biayanya selama enam bulan,” katanya.

Menurut Muhaimin, program bantuan dari pemkot ini juga lanjutan dari prohlgram peduli pendidikan yang sebelumnya sudah dilakukan disdikbud. Dimulai program peduli pendidikan 1708. Yakni partisipasi masyarakat Kota Minyak yang berbondong-bondong bersedekah android atau laptop untuk disumbangkan bagi pelajar yang tidak mampu mengikuti sistem belajar daring karena tidak memiliki fasilitas. “Kemudian program kedua yakni peduli pendidikan 0812. Yaitu penyediaan internet,” imbuhnya.

Kepala Sekolah SD Kemala Bhayangkari Balikpapan Bahar mengapresiasi langkah pemkot. Menurutnya bantuan itu sangat membantu wali murid yang kini terimbas pandemi secara ekonomi. “Walau pun mungkin sifatnya tidak sampai 100 persen pengurangan biaya. Paling tidak mengurangi biaya pendidikan buat anak-anak ini,” katanya.

Selain Bahar, penyaluran bantuan pebayaran SPP Semester dua itu juga dihadiri perwakilan dari SD Kemala Bhayangkari, SDIT Nurul Amaliyah, MI Sentra Cendikiawan Muslim, SMP Kartika, SMP YPI dan MTS Al Muttaqin Balikpapan. (ryn/boy)

Saksikan video menarik berikut ini: