Optimis Rampung, Taman Depan Kantor Bupati Sudah 49 Persen

Pembangunan taman di depan kantor bupati PPU banyak yang meragukan bakal selesai tepat waktu.

PPU, nomorsatukaltim.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) optimis. Taman di muka kantor bupati bisa rampung awal Desember ini.

“Ya Alhamdulillah, banyak yang pesimis. Tapi kami yakin bisa,” ucap Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) PPU, Ricci Firmansyah, Jumat (18/9/2020).

Dimulai April lalu, saat ini progres telah mencapai 49 persen. Di lapangan secara kasat mata sudah terlihat beberapa kontruksi berdiri.

“Target awal Desember 2020 sudah selesai. Sudah kita serah terima kontrak,” imbuhnya. Atau ditarget 7 bulan pengerjaan.

  • sang badar
  • andirus
  • zairinsarwono

Proyek ini digagas sejak lama. Mulai era periode bupati sebelumnya. Kajian perencanaannya rampung di 2019 lalu.

Taman ini dibangun untuk kepentingan masyarakat umum. Karena selama ini PPU belum memiliki tempat yang representatif sebagai tempat berkumpul. Luasan area sekira 1 hektare.

Nantinya, akan terdapat area pusat bermain untuk anak-anak. Lalu area anak muda serta komunitas untuk menyalurkan hobi. Seperti skate park dan sarana olahraga juga jogging track.

Bakal ada tempat menyalurkan ekspresi. Seperti tempat berdiskusi atau juga menggelar acara.

Ditambah tempat berkumpul bagi keluarga. Sembari menikmati visual air mancur menari.

Proyek landscape di depan Kantor Bupati ini memakan total anggaran sekira Rp 24 miliar. Seluruhnya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) PPU.

ucapan pemkab mahulu

Meski situasi pandemi, pembangunan taman dikerjakan secara tuntas dalam satu kesatuan. Alasannya, jika pembangunan diparsialkan, maka malah tidak fungsional.

Untuk nama taman tersebut bakal ditentukan setelah rampung. Namanya akan diputuskan secara bersama-sama.

Lebih lanjut disampaikan, tidak ada kendala dalam pengerjaan. Semua berjalan lancar.

“Hanya kendala sempat di awal. Karena protokol COVID-19 diberlakukan,” tuturnya.

Ada tenaga teknis yang harus dirapid tes dulu. Itu menjadi hambatan. Meski hanya sesaat.

Baca juga: Problematika 7 Bulan Belajar Daring di Kaltim

Lalu, untuk pengadaan beberapa material juga. Yang didatangkan dari luar daerah.

Alasannya, karena di awal lau ada surat dari Kementerian Perhubungan. Untuk penghentian sementara pengiriman.

“Tapi saat ini sudah dibuka kembali. Sudah mulai normal,” tutup Ricci. (rsy/ava)

Saksikan video menarik berikut ini: