Kisah Ida Arbayah, Rawat Suami dan Anak yang Sakit Stroke dan Jantung Bocor

Tak ada yang meminta diberikan sakit. Pun tak ada yang meminta hidup serba kekurangan. Hal ini dialami Ida Arbayah (48). Tak hanya harus menanggung beban ekonomi keluarga, ia harus terus berada di samping suami dan anaknya yang terbaring sakit.

nomorsatukaltim.com – Raut wajah Ida berusaha tegar. Senyumnya sedikit terkembang, namun raut kecemasan masih tampak, saat nomorsatukaltim mendatangi kediamannya, di Jalan Revolusi, Gang 1 No 96 RT 08, Kelurahan Lok Bahu, Kecamatan Sungai Kunjang.

Kepada media ini Ida bercerita, suami dan anak semata wayangnya menderita sakit. Sang suami, mengidap stroke selama tiga tahun. Sedangkan sang anak, menderita penyakit jantung bocor.

“Sakit stroke sudah jalan tiga tahun, awalnya sakit biasa aja dan langsung kena stroke. Kalau anak saya namanya Rahmad Maulana, dipanggil Riski, kena penyakit jantung bocor. Sekarang umurnya 17 tahun,” katanya, Minggu (20/9/2020) siang.

Ida sendiri akhirnya tidak bisa bekerja, karena harus selalu menjaga kedua malaikatnya. Terlebih sang suami yang sudah tidak bisa beraktivitas seperti biasa.

“Dulu kerja di pergudangan, sekarang enggak bisa kerja lagi karena enggak bisa ditinggal untuk kerja,” ucapnya.

Untuk bertahan hidup, ia pun harus berutang kepada warung-warung yang berada di dekat rumahnya.

“Utang di warung-warung itu aja sekarang disetop dulu, disuruh bayar dulu. Untuk listrik dan air sudah diputus hampir setahun,” ungkapnya.

Kini ia pun hanya bisa pasrah serta berharap, semoga ada tangan-tangan baik yang bisa membantu dirinya dan keluarganya.

“Semoga aja kami bisa dapat rejeki, bisa bayar-bayar. Bisa beli beras, beli makan untuk anak kami ini,” harapnya. (tor/zul)

Saksikan video menarik berikut ini:

Komentar