Kematian Tergolong Tinggi, Usia 45 Tahun ke Atas Diminta Tak Keluar Rumah

Kematian Tergolong Tinggi, Usia 45 Tahun ke Atas Diminta Tak Keluar Rumah
Seorang laki-laki berusia lanjut mengenakan masker demi terhindar dari virus corona. (IN)

Jakarta, nomorsatukaltim.com – Pemerintah melalui Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 meminta masyarakat berusia 45 tahun ke atas tak keluar rumah. Pasalnya, mereka memiliki kerentanan daya tahan tubuh yang berbeda dibanding golongan masyarakat yang lebih muda.

Ada beberapa dasar yang menjadi alasan Satgas meminta hal tersebut. Pertama, 80 persen kematian akibat COVID-19 dari usia 45 tahun.

Satgas Penanganan COVID-19 mencatat dalam satu minggu terakhir angka kematian akibat virus corona mencapai 105 kasus atau meningkat hingga 25 persen dibandingkan periode sepekan terakhir. Sebanyak 80 persen kematian akibat COVID-19 disumbang dari kelompok berusia di atas 45 tahun.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito mengatakan, kelompok usia ini harus menjaga kesehatan dan sebisa mungkin tidak berkegiatan di luar rumah serta tetap menjaga pola hidup bersih dan sehat.

“Jika terpaksa keluar rumah, harus benar terapkan protokol kesehatan. Yakni memakai masker, menjaga jarak, dan rajin cuci tangan,” katanya.

Kedua, perlu ingatkan anak agar tidak bawa virus ke rumah. Wiku mengingatkan kepada kelompok berusia produktif yakni rentang umur 19 hingga 45 tahun agar betul-betul memperhatikan interaksi sosialnya di luar rumah. Orang tua yang berusia di atas 45 tahun pun harus rajin mengingatkan. Pasalnya, bukan tidak mungkin kelompok ini membawa penyakit.

“Sebagai kelompok usia produktif dan mobilitas tinggi, serta frekuensi interaksi sosial juga tinggi berpotensi menjadikan mereka sebagai carrier yang bisa tularkan COVID-19 kepada keluarga, kerabat atau kelompok orang yang rentan,” katanya.

“Kelompok usia ini harus benar-benar jaga diri. Dengan terapkan protokol kesehatan saat bekerja atau ketika keluar rumah. Dan saat tiba di rumah harus bersihkan diri sebelum berkomunikasi dengan kelompok usia rentan di rumah,” tegasnya.

Ketiga, angka kesembuhan rendah. Hanya 33 persen. Dikutip pada Sabtu (19/9), kontribusi pasien sembuh COVID-19 cukup tinggi berasal dari kelompok umur 19 sampai 30 tahun. Kelompok umur ini mencatat angka kesembuhan sebesar 31,9 persen. Kemudian angka kesembuhan usia 19-30 tahun ialah sebesar 25,1 persen. Jika ditotal angka kesembuhan masyarakat berusia 45 tahun ke bawah adalah sebesar 67 persen.

Sebaliknya, angka kesembuhan untuk masyarakat berusia 45-60 tahun adalah 23,4 persen. Yang lebih mengerikan, angka kesembuhan kategori usia 60 tahun ke atas hanya 9,6 persen. Sehingga total kesembuhan usai 45 tahun ke atas adalah 33 persen.

Keempat, rawan terpapar. Sempat diberlakukan khusus. Pemerintah memberi perlakuan khusus terhadap masyarakat di golongan ini. Pasalnya, Menteri BUMN Erick Thohir sempat menerbitkan surat edaran kepada seluruh Direktur Utama BUMN No S-336/MBU/05/2020 tentang antisipasi skenario new normal BUMN.

Mulai 25 Mei 2020 seluruh karyawan BUMN yang berusia 45 tahun ke bawah mesti kembali masuk kantor. Sementara untuk karyawan dengan usia di atas 45 tahun masih menjalankan work from home.

“Karyawan usia di bawah 45 tahun masuk dan WFH. Untuk usia di atas 45 tahun sesuai batasan operasi,” demikian isi dokumen tersebut.

Kelima, konsisten angka kematian tinggi. Kerentanan usia 45 tahun ke atas untuk terpapar virus bukan hanya terjadi saat ini. Sejak awal Mei lalu, angka kematiannya masih konsisten di kisaran 80 persen. Bahkan lebih besar lagi.

Dari grafik yang ditunjukkan, kelompok usia yang dominan meninggal akibat corona terbagi menjadi dua: 46-59 tahun (39,6 persen) dan di atas 60 tahun (45,2 persen). Jika ditotal berjumlah 84,8 persen (pembulatan menjadi 85 persen).

Dari aspek gender, Wiku mengatakan, 60 persen pasien positif COVID-19 merupakan laki-laki. Menurutnya, dengan jumlah tersebut, laki-laki dianggap lebih rentan terkena virus corona dibanding perempuan.

“Kalau kita lihat ternyata sekitar 60 persen itu yang positif adalah berjenis laki-laki. Laki-laki lebih rentan. Sekitar 40 persen adalah perempuan. Dan ini adalah gambaran nasional,” ujar Wiku. (cnbc/qn)

Sumber: https://www.cnbcindonesia.com/news/20200919102258-4-187944/ngeri-ini-5-fakta-usia-45-tahun-ke-atas-diminta-tak-keluar/2

Saksikan video menarik berikut ini:

Komentar