BLK Samarinda Adakan Podcast, Hadirkan Dicky Candra

BLK Samarinda Adakan Podcast, Hadirkan Dicky Candra
Podcast yang dipimpin artis Dicky Chandra (pertama dari kanan) ini menghadirkan Kepala BLK Samarinda Andri Susila (pertama dari kiri), Disnakertrans Kaltim H Suroto (kedua dari kiri), Dirjen Binalattas RI Budi Hartawan (tengah), dan Assiten I Gubernur Kaltim H Muhammad Jauhar Efendi (kedua dari). (TOPAN/ Nomorsatukalim)

Samarinda, nomorsatukaltim.com – Suasana di Balai Latihan Kerja (BLK) Samarinda pada Kamis (17/9) sore kemarin tampak berbeda. Artis Dicky Chandra membuat suasana lebih meriah saat menjadi host dalam acara yang mengangkat tema Podcast dan Video Streaming. Acara ini bertujuan memotivasi masyarakat. Khususnya usia produktif. Agar dapat membekali diri dengan keahlian.

Acara tersebut digelar di BLK Samarinda, Jalan Untung Suropati No 43, Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang. Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah narasumber: Asisten 1 Pemerintah Provinsi Kaltim Jauhar Efendi, Kepala BLK Andri Susila, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kaltim Suroto, serta Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kemnaker RI Budi Hartawan.

Plt Direktur Direktorat Bina Standardisasi Kompetensi dan Pelatihan Kerja, Muchtar Azis menjelaskan, selain itu acara ini bertujuan menyampaikan informasi pelatihan di BLK secara utuh. Khususnya kepada kalangan melenial.

  • sang badar
  • andirus
  • zairinsarwono

“Kita berharap generasi milenial bisa memanfaatkan fasilitas yang dimiliki oleh pemerintah. Khususnya di BLK. Untuk meningkatkan skill dan kompetensi,” harapnya.

Lewat sesi podcast ini, pola penyampaian informasi tentang program BLK yang tersedia di pemerintah daerah hingga pemerintah pusat juga bisa dengan mudah dipahami publik.

Kepala Seksi Evaluasi dan Penyelengaraan Pelatihan Kerja, Eka Cahyana menuturkan, lewat podcast ini ada hal berbeda yang dihasilkan. Menurutnya, dengan cara podcast, BLK di seluruh Indonesia bisa menerapkannya sebagai strategi pemasaran yang tepat di era digitalisasi. Agar masyarakat bisa mendapatkan informasi yang dikemas sedemikian rupa melalui media sosial. Sesuai kebutuhan para milenial.

Di samping itu, untuk memotivasi siswa/siswi BLK. Agar mampu menerapkan keahliannya pada dunia industri maupun berwirausaha mandiri.

“Kami tidak membatasi usia pendaftar BLK sepanjang masih produktif. Bahkan kami membebaskan mereka masuk di kejuruan apa dan di BLK mana saja melalui aplikasi Playstore Kemnaker atau website pelatihan.kemnaker.go.id,” ucap Eka. (adv/RM9/qn)

Saksikan video menarik berikut ini: