Illustrasi petani mencabut bibit padi untuk dipindahkan ke sawah yang telah diolah. (RENATA ANDINI/DISWAY)

Usul Tambahan Pupuk Subsidi

TANJUNG REDEB, DISWAY – Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten

  • sang badar
  • andirus
  • zairinsarwono

Berau mengusulkan tambahan pupuk subsidi. Ke Pemerintah Provinsi Kaltim.

Tambahan yang diminta adalah pupuk NPK sebanyak 1.250 ton, SP-36 100 ton, ZA 65 ton dan organik 50 ton. “Kami sudah mengirim surat ke provinsi, kami ajukan sesuai dengan kekurangan untuk persiapan musim tanam selanjutnya,” ungkap Kasi Pupuk Pestisida dan Perlindungan Tanaman, Distanak Berau, Bambang Sujatmiko, belum lama ini.

Dikatakan, tahun ini volume pupuk subsidi memang berkurang dari tahun sebelumnya. Pada 2020 awal, pihaknya meminta pupuk sebanyak 3.663 ton. Namun hanya terealisasi 1.800 ton.

  • kpu kutim1
  • kpu kutim2
  • kpu kutim3

Menurutnya, hingga Agustus 2020, realisasi pupuk jenis urea sebanyak 930,4 ton, SP-36 sebanyak 110,75 ton, jenis ZA sebanyak 85 ton, NPK 2.131 ton dan organik 81,8 ton.

“Ralisasi pupuk bersubsidi dari pusat hanya setengah dari usulan rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK),” jelasnya kepada Disway Berau.
Bambang mengatakan tak tahu apa penyebabnya. Sebab hampir seluruh Indonesia mengalami pengurangan kuota pupuk bersubsidi. Hal itu, katanya, membuat petani kelimpungan.

Karena mereka sangat memerlukan pupuk bersubsidi.
“Ini menjadi kesulitan bagi petani, karena untuk membeli pupuk non subsidi harganya 3 kali lipat lebih mahal. Sedangkan hasil panen dan harga semakin turun,” tandasnya.

Apalagi untuk membeli pupuk secara mandiri akan menimbulkan biaya transport yang lebih mahal. Karena jarak gudang ke kios pengecer jauh. Walaupun harga pupuk bersubsidi memiliki HET yang sama di seluruh Indonesia. (RAP)

kpu kukar

Saksikan video menarik berikut ini: