Pulau Derawan menjadi salah satu objek wisata unggulan di Kabupaten Berau.

TANJUNG REDEB, DISWAY – Ke depan, Berau tak bisa lagi mengandalkan batu bara sebagai penyumbang pendapatan daerah terbesar.

Sebab hal itu mulai terasa. Saat ini. Di mana harga jual batu bara di pasar global turun. Hal itu turut berpengaruh dengan pendapatan asli daerah (PAD) Berau. Sebab pajak dan retribusi dari sektor itu juga menurun.

Makanya, perlu langkah atau upaya khusus menggenjot pengembangan potensi sumber daya alam (SDA), khususnya di sektor pariwisata.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Masrani mengatakan, pihaknya banyak mendapatkan dukungan.

  • sang badar
  • andirus
  • zairinsarwono

Untuk mengembangkan sektor pariwisata. Baik dari Kementerian pariwisata, pemerintah provinsi, maupun mitra-mitra kerja yang lain. Meskipun di masa pandemik COVID-19 sektor pariwisata berjalan tidak maksimal seperti tahun sebelumnya.

Dikatakan, saat ini sektor pariwisata menduduki peringkat ketiga penyumbang pendapatan daerah setelah sektor pertambangan, dan sektor perkebunan kelapa sawit.

“Tahun lalu untuk pendapatan kita Rp 39 miliar. Kami berupaya memaksimalkan potensi yang ada. Agar ke depan sektor pariwisata dapat menggeser sektor perkebunan yang duduk di peringkat kedua penyumpang pendapatan daerah, dan pertambangan di urutan pertama,” ungkapnya, Kamis (17/9).

Dijelaskan, ke depan, Kabupaten Berau harus diakui tidak bisa lagi terus berharap di sektor pertambangan batu bara.
Perlu ada langkah atau upaya khusus dalam menggenjot pengembangan potensi sumber daya alam (SDA), khususnya di sektor pariwisata. “Batu bara jika sudah habis masanya, tidak ada potensi unggulan lain yang sangat layak dikembangkan selain sektor pariwisata,” ungkapnya.
Menurutnya, Kabupaten Berau bisa dikatakan menjadi salah satu daerah di Kalimantan Timur yang memiliki potensi wisata yang lengkap. Laut dan daratan.

“Seperti Pulau Derawan, dan Maratua sudah terkenal di dalam dan luar negeri. Salah satu upaya Disbudpar dalam mewujudkan sektor pariwisata penyumbang pendapatan tertinggi di daerah, dengan melengkapi fasilitas yang diperlukan,” tandasnya.

Masrani mengaku telah mengusulkan pelabuhan permanen ke pemerintah pusat dan sudah disetujui untuk pengembangan di Pulau Kakaban. Dikatakan Masrani, Kakaban merupakan salah satu pulau terbaik di dunia. Baik dari keunikan hayati maupun pemandangan bawah lautnya.
“Nanti di sana ada dua pelabuhan di utara dan selatan.

ucapan pemkab mahulu

Untuk memudahkan pengunjung yang datang. Selain itu kami juga akan membuat jalur tracking antara Kehe Daeng dan Danau Ubur-Ubur. Sangalaki, dan Kaniungan juga akan dibuatkan pelabuhan permanen,” jelasnya.

Ia mengaku terus mempromosikan keberadaan objek wisata di Kabupaten Berau. Melalui media sosial, dan media cetak dan elektronik.
“Saat ini untuk objek wisata sekitar 172, tersebar di 13 kecamatan di Berau. Untuk objek wisata unggulan, ada 11 tempat. Seperti Pulau Derawan, Maratua, Biatan, Talisayan, dan Bidukbiduk. Di wilayah pedalaman ada di Kelay, dan Segah,” ujarnya. (*)

Saksikan video menarik berikut ini: