Stok Darah PMI Balikpapan Menipis

Balikpapan, nomorsatukaltim.com – Palang Merah Indonesia (PMI) Balikpapan terus berupaya memenuhi kebutuhan stok ketersediaan darahnya. Hal ini pun dilakukan saat HUT ke-75 PMI, diadakan donor darah massal yang dilaksanakan secara sederhana dan memenuhi protokol kesehatan, Kamis (17/9/2020).

Diketahui, sejak pandemi, jumlah stok darah di PMI Balikpapan terus mengalami penurunan. Bahkan saat ini stoknya sudah kosong untuk beberapa jenis golongan darah. Ketua PMI Balikpapan, Dyah Muryani mengatakan, saat hari normal kebutuhan darah selama satu bulan bisa mencapai 1.500 hingga 2.000 kantong. Sementara jika diperharikan bisa 60 hingga 70 kantong darah.

“Ketersediaan kita saat ini hanya ada 10-15 persen saja dari hari normal,” ujarnya saat memantau jalannya donor darah massal.

Lanjut Dyah Muryani, berkurangnya stok darah di PMI Balikpapan ini karena selama masa pandemi kerjasama yang sudah dilakukan pihaknya dengan perusahaan tidak berjalan lagi. Hal ini karena banyaknya perusahaan yang mengurangi aktivitas kerjanya.

“Dulu untuk ketersediaan, kami bekerjasama dengan pihak perusahaan, tapi sejak pandemi, perusahaan dan kami menghentikan karena takut penularan,” jelasnya.

Sementara itu untuk memenuhi kebutuhan stok darah bagi pasien, PMI selalu memanggil relawan dan pihak keluarga pasien tersebut. “Selalu memangil relawan pendonor dan keluarga,” tambahnya.

Bahkan untuk memenuhi stok ketersediaan, PMI juga menggandeng TNI-Polri serta aparatur sipil negara (ASN) untuk mau membantu mendonorkan darahnya agar stok selalu tersedia.

“Selain minta tolong ke TNI-Polri dan ASN, kita juga berencana mengupayakan ke kecamatan dan kelurahan hingga ke RT-RT. Jadi mekanismenya setiap kami menyemprot disinfektan, kami juga mengimbau warga agar mau mendonorkan darahnya untuk PMI Balikpapan,” ujarnya.

Disinggung mengenai stok darah yang hanya ada 10 hingga 15 persen saja, Dyah mengaku jika ini jauh dari kata normal. Meski begitu ia berharap kebutuhan untuk rumah sakit selalu terpenuhi.

“10-15 persen sangat jauh, makanya kita berupaya terus. Tapi untuk kebutuhan rumah sakit kita terpenuhi, tapi kebutuhan stok darah belum terpenuhi,” tutupnya. (Bom/zul)

Komentar