Pertolongan Pertama saat Tersengat Listrik

9

PERTOLONGAN pertama pada korban tersengat listrik harus dilakukan dengan hati-hati, karena terdapat aliran listrik yang masuk dalam tubuh. Pasalnya, saat tersengat listrik tubuh menjadi konduktor, antara peralatan elektronik atau sumber listrik yang memiliki tegangan lebih tinggi daripada tanah (ground).

Menurut penjelasan PLN UIP Kalbagtim, pada dasarnya arus listrik akan mengalir dari tegangan tinggi menuju tegangan lebih rendah. Beberapa penyebab seseorang tersengat listrik sebagai berikut:

1. Kabel listrik, instalasi, atau perbaikan yang rusak.

2. Kontak tidak sengaja dengan kabel, alat listrik, atau alat elektronik.

3. Kontak dengan mesin atau perkakas listrik (power tool) di tempat kerja
4. Kegagalan dalam menerapkan prosedur keselamatan Lockout/Tagout (LOTO)

5. Menyentuh atau menggigit sumber listrik dengan bahan logam. Umumnya ini terjadi pada anak-anak.

6. Sambaran petir.

Secara umum, beberapa gejala kesetrum listrik antara lain, yakni kejang, luka bakar, sakit kepala, mati rasa, hilang kesadaran, masalah pada pendengaran atau penglihatan dan detak jantung tidak beraturan.
Jika mengalami gejala tersebut, ada beberapa langkah pertolongan pertama untuk korban tersengat listrik. Pertama, Mematikan aliran listrik di lokasi kejadian.

Sebelum menolong korban harus berhati-hati, jangan sampai ikut tersengat listrik. Jika memungkinkan, segera putus aliran listrik di lokasi kejadian. Bisa mencari Miniatur Circuit Breaker (MCB) atau panel listrik yang berfungsi sebagai pemutus arus listrik.

Jika tidak memungkinkan dimatikan, lakukan pemindahan atau jauhkan korban dari sumber listrik menggunakan benda yang tidak dapat dialiri arus listrik, seperti kayu. Jangan menyentuh korban secara langsung dengan tangan kosong, serta menyentuh aliran listrik menggunakan barang yang basah atau berbahan logam. Jika sumber listrik masih belum bisa dipadamkan, tetap jaga jarak minimal enam meter dari korban yang masih tersengat arus listrik.

Kedua, cari pertolongan medis. Segera hubungi Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit terdekat atau fasilitas kesehatan lainnya, sehingga korban mendapatkan pertolongan medis secepatnya.

Ketiga, jangan pindahkan korban setelah arus dimatikan, kecuali terdapat resiko kebakaran atau ledakan. Sengatan listrik dapat menimbulkan komplikasi berupa kerusakan saraf atau patah tulang. Sehingga perubahan posisi korban dapat memperparah kondisi korban.

Keempat, periksa tubuh korban. Sambil menunggu bantuan medis datang, lakukan pertolongan pertama dengan memeriksa tubuh korban dengan saksama. Dari kepala, leher, hingga kaki. Jika korban mengalami nyeri pada tangan atau kaki, maka dapat mengindikasikan kemungkinan adanya patah tulang akibat sengatan listrik.

Apabila dirinya menunjukkan tanda-tanda syok (lemas, muntah, pingsan, napas cepat, atau wajah sangat pucat), baringkan posisi kepala sedikit lebih rendah dari tubuh dengan kondisi kaki terangkat. Lalu, tutupi tubuh korban menggunakan selimut atau jaket.

Selain itu, cek pula pernapasan dan denyut nadi korban. Jika pernapasan dan denyut nadi korban tampak melemah atau melambat, segera lakukan teknik Cardiopulmonary Resuscitation (CPR). Alias napas buatan.

Kelima, obati luka bakar. Jika korban mengalami luka bakar, lepaskan pakaian yang menempel di kulit korban menggunakan gunting atau alat lainnya agar luka bakar tidak meluas. Bilas area yang terbakar menggunakan air dingin yang mengalir, lakukan hingga rasa sakitnya mereda. Kemudian tutup luka menggunakan perban atau kain basa.

Keenam, lakukan teknik pernapasan buatan. Apabila korban tidak bernapas dan denyut nadinya melemah, maka beri napas buatan dan resusitasi jantung paru-paru kepada korban. Sebelumnya, pastikan memahami cara melakukan teknik CPR untuk menghindari kesalahan yang dapat berakibat fatal.

Demikian langkah-langkah pertolongan pertama pada korban tersengat listrik. Namun yang utama, melakukan pencegahan agar tidak tersengat listrik. Hal ini dapat dilakukan dengan menjauhkan kabel listrik yang tersambung dengan stop kontak dari anak, tidak melakukan kontak langsung terhadap barang eletronik dengan tangan basah, serta memberikan edukasi bahaya listrik terhadap keluarga di rumah. */JUN/***

Share this :

9 Komentar

  1. bagus sekali materinya, membuat saya lebih berhati hati kepada anak anak saya yang di rumah supaya tidak bermain main dengan sumber listrik

  2. dlu teman saya pernah tersetrum dan langsung saya tarik, setelah membaca edukasi ini saya jadi tahu bahwa tindakan saya salah. seharusnya saya mematikan sumber listrik dl kemudian menyelamatkan teman saya.

  3. Mantap👍. Dengan membaca informasi ini semua orang dapat mengetahui bagaimana cara mengatasi dan mampu menerapkan bila musibah terjadi disekitar kita.

  4. Terima kasih informasinya cara penanganan pertama korban tersengat listrik , sangat bermanfaat dan menambah pengalaman kami. Yg tdi nya tdk tau tindakan pertama yg hrus di lakukan menjdi tau

Leave A Reply