Inginkan Denda Rp 1 Juta, AGM Segera Konsultasi dengan Mendagri

PPU, nomorsatukaltim.com – Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Abdul Gafur Mas’ud (AGM) akan berkonsultasi dengan pemerintah pusat. Untuk rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) yang akan menerapkan sanksi denda. Untuk yang tak menerapkan protokol kesehatan (prokes).

Kebijakan bakal dituangkan dalam bentuk peraturan bupati (Perbup). Saat ini masih digodok.

Kabar awal, denda untuk yang tak mengenakan masker ialah Rp 50 ribu. Tapi nilai itu berubah lagi.

“Perbup akan kami keluarkan. Denda yang tadinya Rp 200 ribu, saya kira tidak akan beri pelajaran kepada masyarakat. Jadi saya tingkatkan denda menjadi Rp 1 juta,” kata Bupati PPU Abdul Gafur Mas’ud (AGM) dalam sebuah video unggahannya Rabu, (16/9/2020).

Benar saja, saat dikonfirmasi ke Plh. Sekretaris Daerah (Sekda) PPU, Ahmad mengiyakan. Hal itu masih dievaluasi.

Dikonfirmasi ulang, AGM menegaskan hal itu akan ia segera ditetapkan. Untuk memberikan efek jera. Pasalnya ia banyak menemukan masyarakat masih acuh. Utamanya dalam penggunaan masker.

“Sebelum saya mengeluarkan Perbub, kami akan berkonsultasi dengan Mendagri (Tito Karnavian) dulu,” sebutnya dihubungi via seluler, Kamis (17/9/2020).

Sebelumnya, ia juga mengingatkan berbagai lembaga untuk bersatu.

Hal itu disambut baik. Dari Komando Distrik Militer (Kodim) 0913 PPU. Juga dari Kepolisian Resor (Polres) PPU.

“Saya setuju dengan apa yang menjadi kebijakan Bupati,” ujar Kapolres PPU Dharma Nugraha.

Sanksi itu menurutnya perlu diambil. Karena fokus utamanya ialah keselamatan manusia.

“Saya yakin. Tidak ada berdasarkan dengan hal-hal lain. Ini betul-betul dengan niatan untuk membebaskan PPU dari rantai COVID-19,” jelasnya.

Sanksi denda sebesar itu juga dirasa tak masalah. Malah itu akan memberikan efek jera pada masyarakat. Khususnya untuk yang selalu mengabaikan instruksi prokes.

“Jadi saya pada prinsipnya mendukung. Pak bupati tidak ingin menghukum, tidak ingin memberikan sanksi. Tapi menginginkan pendisiplinan dan ketaatan,” katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) PPU Arnold Wayong menjelaskan penggunaan masker itu wajib. Untuk memutus tersebarnya COVID-19.

“Semua orang harus menggunakan masker. Karena dengan semua pakai masker, penularan hampir seratus persen bisa dicegah,” singkat Arnold. (rsy/ava)

Komentar