Indominco Dapat Kado dari KLHK

Indominco Dapat Kado dari KLHK
Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Alue Dohong, menyerahkan penghargaan ke Mine Head PT Indominco Mandiri, Era Tjahya Saputra. Sebagai Mitra Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE). Dari unsur badan usaha peduli penguatan fungsi kawasan konservasi. (IST)

Bontang, nomorsatukaltim.com – PT Indominco Mandiri (IMM) mendapat kado indah di peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2020, Rabu (16/9).

IMM diganjar penghargaan atas Mitra Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) dari unsur badan usaha peduli penguatan fungsi kawasan konservasi.

Mine Head PT Indominco Mandiri, Era Tjahya Saputra menerangkan, pihaknya tidak menyangka akan mendapatkan penghargaan ini.

Tetapi, apresiasi yang diberikan ini akan menjadi penyemangat bagi jajaran IMM. “Kaget. Tiba-tiba kami dinominasikan,” ungkapnya saat ditemui di sela-sela kegiatan yang dilaksanakan di Mangrove Park Saleba Kelurahan Bontang Baru, Kecamatan Bontang Utara, Bontang.

Hal ini diakuinya lantaran perusahaan yang bergerak di tambang batu bara ini beberapa tahun terakhir tengah konsen terhadap reklamasi Daerah Aliran Sungsi (DAS). Luasannya sekira 22.000 hektare. “Kalau dilihat kilas balik kebelakang,” ucapnya.

Era menyebut, kegiatan yang dilakukan perusahaan tersebut tidak hanya menanam tumbuhan. Tetapi juga mengembangkan perekonomian warga sekitar hutan tersebut. Sekira 300 kepala keluarga diajak untuk melakukan pembibitan dan bercocok tanam serta menjaga lingkungan tersebut dari perambah hutan.

Pihaknya bekerja sama dengan Balai Pengelola Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Mahakam Berau, pegiat lingkungan, pemerintah setempat dan pemangku adat. “Kebetulan di daerah tersebut juga ada masyarakat. Itu yang menjadi tantangan kami,” ujarnya.

Kepala BPDASHL Mahakam Berau, Sudaryanto menerangkan, perusahaan yang mempunyai izin tambang di daerah tersebut wajib membangun hutan di luar kawasan yang dipakainya. “Kemarin yang sudah diserahkan 6.640 hektare,” katanya.

Pihaknya ingin memulihkan ekosistem Kalimantan seperti dahulu. Hal ini dianggap telah berhasil. Lantaran hutan yang dibangun itu telah mendatangkan hewan-hewan yang ingin hidup di daerah itu. “Kemarin juga ada dipasang kamera trap. Banyak terlihat hewan yang datang,” paparnya. (adv/wal/qn)

Tinggalkan Balasan