Hamas dan Israel Saling Serang

0
IMG 20200917 WA0006
Serangan Israel ke Jalur Gaza. (IN)

Jalur Gaza, nomorsatukaltim.com – Angkatan Bersenjata Israel dan Hamas kembali terlibat saling serang. Setelah negara itu menandatangani kesepakatan normalisasi hubungan dengan Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain di Gedung Putih, Washington D.C., Amerika Serikat, pada Selasa (15/9) lalu.

Dilansir Associated Press, Rabu (16/9), Hamas dilaporkan terlebih dulu melepaskan sejumlah roket ke arah Israel. Serangan itu melukai 2 orang.

Sebagai balasan, Israel menggelar serangan udara menargetkan situs milik Hamas di Jalur Gaza.

Akibat tembakan roket dari Jalur Gaza, sirene tanda bahaya menyala di seluruh kawasan selatan Israel. Militer Israel mengatakan, 5 proyektil mendarat di daerah terbuka. Sisanya berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara.

Sebagai balasan, militer Israel menyatakan, mereka menyerang sekitar 10 situs milik Hamas di Jalur Gaza. Termasuk bangunan yang diyakini sebagai pabrik pembuatan senjata dan bahan peledak, infrastruktur bawah tanah, dan kompleks pelatihan militer.

Saling serang antara Hamas dan Israel itu memperlihatkan kemungkinan besar perjanjian yang diteken di Gedung Putih tidak akan banyak mengubah peta konflik Israel dengan Palestina.

Selain perjanjian bilateral yang ditandatangani oleh Israel, UEA, dan Bahrain, ketiganya menandatangani dokumen yang dijuluki “Abraham Accords” yang diambil dari nama nabi dari 3 agama monoteistik utama dunia.

Palestina diketahui menentang perjanjian tersebut dan melihatnya sebagai bentuk pengkhianatan atas keinginan negara-negara Arab yang menginginkan Palestina merdeka.

Selain itu, Palestina pun bersumpah bahwa kesepakatan tersebut dan kesepakatan lain yang mungkin menyusul tidak akan merusak tujuan mereka.

Baik Presiden AS Donald Trump maupun Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, tidak menyebutkan orang-orang Palestina dalam sambutan mereka pada upacara penandatanganan.

Sebaliknya, Menteri Luar Negeri UEA dan Bahrain berbicara tentang pentingnya menciptakan negara Palestina. Setelah kembali dari Washington, Netanyahu mengaku tidak terkejut dengan serangan roket itu.

“Mereka tidak ingin kedamaian. Tetapi mereka tidak akan berhasil,” kata Netanyahu. “Kami akan menyerang dengan keras semua orang yang berusaha menyakiti kami dan mengulurkan tangan dengan damai kepada semua orang yang tangannya terulur untuk berdamai dengan kami,” tambahnya.

Hamas telah memerintah Gaza sejak 2007, ketika mereka merebut kekuasaan dari Otoritas Palestina yang didukung secara internasional. Israel dan Mesir telah memberlakukan blokade yang melumpuhkan wilayah pesisir itu.

Sejumlah kelompok militan Palestina beroperasi di Gaza, Israel menganggap Hamas bertanggung jawab atas semua serangan. Biasanya menanggapi tembakan roket dengan serangan udara ke sejumlah titik sasaran.

Israel dan Hamas telah berperang 3 kali dan beberapa pertempuran kecil sejak 2007. Sementara itu, Mesir dan Qatar telah menengahi gencatan senjata tidak resmi di antara keduanya. Dalam beberapa tahun terakhir.

UEA dan Bahrain adalah negara Arab, setelah Mesir dan Yordania, yang mengakui Israel. Balai Kota di Tel Aviv diterangi dengan kata “perdamaian” dalam bahasa Inggris, Ibrani dan Arab setelah perjanjian itu diteken. Di Yerusalem, pihak berwenang memproyeksikan bendera AS, Israel, UEA, dan Bahrain di tembok Kota Tua. (cnn/qn)

Share this :

Leave A Reply