PPU Normalisasi 11 Sungai

PPU, nomorsatukaltim.com – Program pengendalian banjir masih menjadi fokus Pemkab PPU. Ada 11 sungai yang akan dinormalisasi.

Karena setelah banjir beberapa kali. Dianalisa bahwa salah satu penyebabnya adalah terhambatnya saluran air. Baik di sungai ataupun drainase.

Program berjalan mulai tahun lalu. Dilanjutkan pada 2020 hingga 2021.

“Ada sebelas sungai yang sudah kami ukur panjangnya,” kata Kepala Bidang Pengairan Dinas PUPR, Fatmawati Rabu (16/9/2020).

Beberapa masih menunggu hasil dari kecamatan. Mengenai kesediaan warga untuk dilalui lahannya. Pun dimungkinkan akan berkenaan dengan tanam tumbuh milik warga.

“Ada beberapa warga yang minta ganti rugi. Makanya pengerjaan kami juga tertunda,” tutur dia.

Padahal, normalisasi ini bertujuan untuk menghilangkan potensi banjir. Yang kerap terjadi saat curah hujan tinggi. Di keseluruhan kecamatan di PPU.

Beberapa sungai dangkal. Itu perlu dilakukan pendalaman. Lalu ada badan sungai yang menyempitkan.

“Kami diperintahkan langsung Pak Bupati untuk segera. Alat siap,” tegas dia.

Mulai alat berat eksavator dan long arm. Diperbantukan dengan alat amfibi jika dimungkinkan.

Rencana pengerjaan masing-masing UPT PUPR di tiap kecamatan. Pun dari sisi pendanaannya.

“Dimaksimalkan anggaran UPT dan pemelihaan di Bidang pengairan,” ucap Fatma.

Untuk sisa kekurangan anggaran pengelolaannya, dia telah menyiapkan pengajuan anggaran. Baik yang bersumber dari APBD maupun APBN. Angkanya sekira Rp 100 miliar.

“Soalnya kami juga mau tuntaskan. Tidak bisa jika sedikit-sedikit. Kasihan warga yang terdampak banjir,” tutupnya.

*

PANJANG ALUR SUNGAI YANG AKAN DINORMALISASI

SUNGAI BABULU DI BABULU. 13.300 METER.

SUNGAI LABANGKA DI BABULU. 15.050 METER.

SUNGAI BUKIT DI PENAJAM. 4.375 METER.

SUNGAI NENANG BESAR DI PENAJAM. 3.975 METER.

SUNGAI RIKO PENAJAM. 39.400 METER.

SUNGAI TUNAN DI PENAJAM. 21.000 METER.

SUNGAI SESULU DI WARU. 7.550 METER.

SUNGAI API API BESAR DI WARU. 6.425 METER.

SUNGAI KERINCI DI SEPAKU. 1.930 METER.

SUNGAI SEPAKU DI SEPAKU. 13.300 METER.

SUNGAI PEMALUAN DI SEPAKU. 15.000 METER.

*

Estafet Banjir di Musim Kemarau

PPU Normalisasi 11 Sungai
Banjir di Desa Sesulu beberapa waktu lalu. (BPBD PPU)

PPU – Seharusnya, September ini PPU memasuki musim kemarau. Sebagaimana daerah lainnya. Selain secara terorinya memang begitu. BMKG pun menyatakan demikian. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Curah hujan intensitas tinggi masih saja terjadi.

“Tiba-tiba panas, tiba-tiba hujan. Tiba-tiba muncul titik hotspot, tiba-tiba banjir,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU, Nurlaila Selasa (15/09).

Kebakaran hutan dan lahan (karhutlah) dan banjir memang menjadi poin utama kesiagaan BPBD PPU. Untuk titik hotspot, seminggu terakhir nihil. Tapi dalam dua pekan terakhir, banjir terjadi di beberapa titik.

Penyebabnya curah hujan tinggi. Juga pasang-surut (pasut) air laut. Karena di beberapa titik banjir itu diakibatkan luapan sungai.

“Kalau curah hujan tinggi, atau berlangsung lama, air sungai meluber ke pemukiman warga,” ujar dia.

Seperti yang terjadi di Kecamatan Babulu, Waru, dan Sepaku. Pemukiman dan ladang warga di sekitaran Sungai Sesulu, Sungai Labangka, dan Sungai Sepaku, calap.

Akibatnya, beberapa RT dan puluhan rumah warga serta areal persawahan tergenang.

Banjir menggenangi 5 RT di Desa Labangka pada 6 September lalu. Empat RT di Kelurahan Waru juga terendam keesokan harinya. Meluas ke 2 RT di Desa Sesulu pada 8-9 September lalu.

“Bukan di titik baru, tapi lokasi-lokasi banjir itu sebelumnya pernah banjir. Hanya ada titik luasan baru saja. Di situ-situ saja,” urai Laila, sapaannya.

Penanganan yang dilakukan BPBD PPU ialah evakuasi, pendataan serta pemenuhan kebutuhan logistik dan bahan makanan.

Ia menduga penyebabnya ialah pendangkalan sungai, penyempitan aliran. Serta sistem drainase di pemukiman yang mampet. Bahkan di beberapa titik tidak ada.

“Saluran pembuangannya ada, tapi kecil. Tidak berfungsi maksimal. Belum lagi saluran air banyak kelokan,” urai dia.

Untuk langkah antisipasi, Laila menuturkan telah berkoordinasi dengan dinas terkait.

Terpisah, Kepala Bidang Pengairan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) PPU Fatmawati mengatakan pihaknya telah melakukan beberapa langkah. Terkait normalisasi sungai.

“Ada beberapa proyek normalisasi sungai yang sedang kami kerjakan tahun ini,” kata dia.

Di antaranya Sungai Labangka di Babulu, Sungai Sesulu di Waru dan Seungai Sepaku di Sepaku. Ada beberapa kilometer.

Yang dilakukan ialah pendalaman dan membuka ruang yang sempit. Unit eksavator dan alat berat long arm dimaksimalkan.

“Soalnya kita juga mau tuntaskan normalisasinya. Agar warga tidak terdampak banjir lagi,” tutup Fatma.

Selain tiga sungai itu, bidangnya memiliki 8 sungai lagi yang akan dinormalisasi. (rsy/ava)

Tinggalkan Balasan