Kebutuhan Akses Internet Naik di Atas 50 Persen

0

Balikpapan, nomorsatukaltim.com– Masa pandemi COVID-19 memberikan dampak tersendiri bagi penyedia jasa layanan internet. Sektor ini mengalami pertumbuhan dikala sektor lainnya terpukul.

Kebijakan Work From Home (WFH) dan stay at home menyebabkan kebutuhan akan akses internet meningkat. Makin dibutuhkan karena semua aktivitas dilakukan dengan online. Seperti kegiatan belajar mengajar, dan kegiatan lainnya.

Dampaknya, permintaan sambungan baru akses internet dan layanan broadband dipastikan naik signifikan. Menurut hasil survei yang dilakukan Alvara Research Center, pengeluaran belanja masyarakat atas kebutuhan internet pada 2020 ini mencapai 8,1 persen. Naik dari tahun lalu sebesar 6,1 persen.

Terbukti, pertumbuhan pelanggan baru IndiHome cukup meningkat tajam. Permintaan pasang baru IndiHome di Provinsi Kalimantan Timur meningkat di atas 50 persen. “Permintaan yang meningkat itu dampak dari adanya kebijkan WFH dan stay at home,” kata Deputy Executive Vice President Marketing Telkom Regional 6 Kalimantan, Didik Budi Santoso saat dihubungi Selasa, (15/9).

IndiHome merupakan bisnis fixed broadband PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. Lini bisnis tersebut terus bertumbuh sangat pesat. Menutup tahun 2019 dengan sangat baik di mana jumlah pelanggan mencapai tujuh juta dengan pertumbuhan revenue sebesar 48 persen.

Tidak hanya itu, IndiHome juga telah tersedia di 489 dari 514 kota dan kabupaten di Indonesia. Mengawali 2020, IndiHome semakin menguatkan posisinya sebagai market leader fixed broadband dengan target 8,3 juta pelanggan serta pertumbuhan revenue hingga 20 persen. “Hal ini dilakukan IndiHome melalui peningkatan pelayanan pelanggan, inovasi produk dan juga program-program menarik yang meningkatkan kualitas pengalaman digital pelanggan,” ucapnya.

Bukan hanya pertumbuhan pelanggan. Trafik pemakaian internet juga naik tajam. Kata Didik, pemakaian meningkat untuk kebutuhan daring serta video conference untuk WFH dan learn from home (LFH). Kenaikan juga terjadi pada konten edukasi yang sudah disediakan oleh IndiHome.

“Terjadi kenaikan yang cukup tinggi dalam bandwidth terutama penggunaan aplikasi video conference seperti zoom,” ujarnya. Didik menyebut, sebelum pandemi konsumsi data berkisar antara 500 GB – 1 TB. Namun selama pandemi bandwidth penggunaan naik sampai 10 TB per bulan untuk wilayah Kaltim.

General Manager Network Operation & Quality Management Telkomsel Kalimantan, Rahmad Putra Jaya mengungkapkan, wilayah Kalimantan Timur terjadi lonjakan trafik komunikasi peak payload layanan berbasis data dan digital hingga 36 persen. Dibandingkan periode sebelum diberlakukan imbauan belajar di rumah. Sedangkan di kota Balikpapan kenaikan terjadi sebesar 30 persen. “Kenaikan terjadi sejak diberlakukannya imbauan belajar dan bekerja dari rumah oleh Pemerintah RI,” sebutnya.

Untuk memastikan kualitas jaringan yang prima di wilayah residensial, Rumah Sakit Rujukan dan Rumah Sakit Darurat COVID-19. Pihaknya telah melakukan antisipasi dengan mengoptimalkan fungsi seluruh BTS yang menjangkau kawasan tersebut.

“Termasuk menambah kapasitas jaringan di RSUD Kanujoso Balikpapan dengan menghadirkan BTS combat pada jaringan 3G dan 4G,” ujarnya. Hal ini seiring dengan jumlah orang yang berada di rumah sakit ini tentunya semakin bertambah dibanding hari-hari biasanya sebelum adanya pandemi COVID-19. (fey/eny)

Share this :

Leave A Reply