Jumlah Saham Syariah Mendominasi Total Saham di BEI

0

SAHAM SYARIAH

Balikpapan, nomorsatukaltim.com – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali meraih The Best Islamic Capital Market. Perolehan tersebut dari ajang saham syariah di penghargaan internasional Global Islamic Finance Awards (GIFA) 2020.

Penghargaan diterima secara virtual oleh Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Inarno Djajadi dalam acara Online Awards Ceremony (OAC) of the 10th Global Islamic Finance Awards (GIFA) yang disiarkan langsung dari Islamabad, Pakistan, Senin (14/9).

Inarno menjelaskan, perolehan penghargaan ini dapat memacu untuk terus berinovasi dalam mengembangkan industri Pasar Modal Syariah.  “Suatu kehormatan bagi kami menerima penghargaan ini untuk kedua kalinya, terlebih di tengah pandemi COVID-19 yang menekan kinerja Pasar Modal Syariah Global,” kata Inarno Djajadi, Selasa (15/9).

Pada 2019 lalu, Bursa Efek Indonesia juga telah menerima penghargaan sebagai The Best Islamic Capital Market. Kategori penghargaan tertinggi dalam industri pasar modal syariah global.

Global Islamic Finance Awards merupakan salah satu penghargaan internasional independen dan prestisius di industri keuangan syariah dunia. Proses seleksi nominator dilakukan secara transparan oleh pihak ketiga yang profesional dan independen.

Global Islamic Finance Awards diselenggarakan oleh EdBiz Consulting yang berkantor pusat di London, Inggris. Bursa Efek Indonesia dinilai secara konsisten berhasil memberikan pertumbuhan yang baik bagi perkembangan Pasar Modal Syariah. Khususnya dalam 9 tahun terakhir. Dimana melakukan berbagai inisiatif dan kegiatan pengembangan bersama para stakeholders.

Ia menyebut upaya peningkatan pasar dan menjaga agar tetap sesuai dengan kaidah syariah diwujudkan dalam beberapa pencapaian. Yaitu, Pasar Modal Syariah Indonesia dapat terus mengalami pertumbuhan di tengah ketidakpastian yang diakibatkan oleh pandemi COVID-19 yang melanda dunia.

Data per Agustus 2020, pasar saham syariah di Indonesia mendominasi. Dengan persentase jumlah saham syariah sebesar 63% dari total saham yang tercatat di BEI. Kapitalisasi pasar saham syariah sebesar 50%, volume perdagangan saham syariah sebesar 65%, frekuensi perdagangan saham syariah sebesar 68%, dan nilai transaksi perdagangan saham syariah sebesar 52% dari total perdagangan saham di BEI.

“Pasar Modal Syariah Indonesia masih menjadi yang paling inovatif dan satu-satunya di dunia yang memiliki produk terlengkap dan mengintegrasikan investasi syariah di pasar modal serta filantropi Islam,” bebernya.

Bursa Efek Indonesia terus melakukan inovasi bagi edukasi Pasar Modal Syariah. Salah satunya dengan menyediakan sarana edukasi secara virtual. Serta memiliki platform kegiatan literasi dan inklusi yang terintegrasi bernama Sharia Investment Week (SIW).

Selain itu, Bursa Efek Indonesia dianggap sebagai salah satu bursa efek di dunia yang berhasil mengembangkan konsep edukasi pasar modal syariah terintegrasi dengan melibatkan beragam jaringan komunitas di masyarakat. Mulai dari komunitas mahasiswa, ibu rumah tangga, profesional sampai dengan komunitas pendakwah dan jaringan pesantren.

Pasar Modal Syariah Indonesia menunjukkan kinerja pertumbuhan jumlah investor saham syariah sangat signifikan. “Dalam 4 tahun terakhir, jumlah investor saham syariah di Indonesia meningkat 536%,” sebut Inarno. Per Agustus 2020, investor saham syariah telah mencapai 78.199 investor atau sekitar 5,9% dari total investor saham Indonesia. (fey/eny)

Business Screening Saham Syariah di Indonesia

Tidak melakukan kegiatan usaha antara lain sebagai berikut:

– Perjudian dan sejenisnya

– Perdagangan yang dilarang

– Jasa Keuangan Ribawi

– Jual beli risiko yang mengandung unsur ketidakpastian (Gharar) dan/judi (Maisir)

– Produksi atau distribusi barang haram, merusak moral atau muhdrat

– Transaksi Suap

Financial Screening

Total Utang berbasis bunga dibanding total aset tidak lebih dari 45%

Pendapatan non halal dibanding total pendapatan tidak lebih dari 10 persen

Share this :

Leave A Reply