Fenomena Calon Tunggal, APDI Soroti Kaderisasi Partai

Samarinda, nomorsatukaltim.com – Adanya fenomena calon tunggal, atau istilahnya, lawan kotak kosong, di dua pilkada di Kaltim —Balikpapan dan Kukar, salah satu bukti kurang berhasilnya partai politik menciptakan pemimpin. Kinerja partai, dalam konteks kaderisasi pun dipertanyakan. Adalah Aliansi Penyelamat Demokrasi Indonesia (APDI) yang bersuara.

“Partai tidak begitu berhasil menciptakan pemimpin,” tegas Koordinator Bachmid Wijaya, dalam konferensi persnya tentang fenomena lawan kotak kosong di Pilkada Balikpapan dan Kukar, Rabu (16/9/2020).

Menurut Bams —sapaan Bachmid Wijaya, selama ini, partai banyak melahirkan politisi. Namun jarang yang terbentuk sebagai negarawan. Berkaitan keputusan partai yang menumpuk pada satu bakal calon saja, atau adanya bakal calon yang memborong dukungan partai, ada beberapa indikasi. Di antaranya, karena kekuatan oligarki.

“Atau memang partai tidak mampu menampilkan kader terbaiknya untuk dijadikan calon. Apakah proses kaderisasi di partai berjalan, ini yang harus dipertanyakan,” imbuhnya.

Adanya calon tunggal, bukti tak mampunya partai menghasilkan figur dari internal untuk diusung di pilkada. Pun bila ada kegiatan sekolah atau pelatihan kepemimpinan yang digelar partai, itu hanyalah formalitas.

“Hanya mengugurkan kewajiban saja. Apakah partai sudah mendidik kita dalam hal berdemokrasi,” kritiknya. (sah/zul)

Komentar