Alhamdulillah, Tren Kasus COVID-19 di Balikpapan Menurun

Balikpapan, nomorsatukaltim.com – Tren penambahan kasus harian COVID-19 di Kota Balikpapan mengalami penurunan. Meski demikian angka positivity rate dan fatality rate masih jauh di atas standar nasional.

Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Balikpapan, Andi Sri Juliarty menjelaskan, secara umum, tren tertinggi kasus harian adalah 75 dan 97 kasus. Itu terjadi bulan Agustus hingga awal September.

Sepekan terakhir, kata dia, kasus harian mengalami penurunan hampir 50 persen. Yaitu di angka 30-40 kasus yang dirilis per harinya. Kasus positif tersebut didominasi klaster keluarga.

“Tapi memang tidak mudah untuk lansung menurunkan seperti di bulan Juni kemarin. Yang di bawah 10 kasus per hari,” kata Sri Juliarty.

Demikian pula dengan angka kematian, yang selama tiga hari mengalami turun signifikan.
“Di tiga hari terkahir kematiannya 0-1-1 seperti itu,” imbuhnya.

Dia mengklaim, bahwa upaya-upaya pemerintah kota melakukan langkah pendisiplinan dan penegakan hikum protokol kesehatan, sedikit banyak berpengaruh terhadap menurunnya kasus pekan ini.

Tolak ukur pendisiplinan ini, katanya, dilihat dalam rentan 14 hari setalah dimulai.

Walaupun begitu, Juliraty mengakui bahwa positivity rate di Balikpapan memang masih melebihi standard nasional. Positivity rate di kota minyak masih berada di sembilan persen. Padahal standard nasional adalah lima persen.

Kemudian tingkat kematian atau fatality rate masih enam persen. Sementara standard nasional hanya dua persen.

“Ini akan kita turunkan terus. Mudah-mudahan satu minggu lagi ke depan, hasilnya lebih baik,” harapnya.

Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi mengatakan, yang perlu menjadi catatan saat ini ialah, pasien yang dirawat di rumah sakit sudah berjumlah 319 orang. Artinya rumah sakit sudah over kapasitas. Karena daya tampung Delapan RS yang menangani COVID-19 di Balikpapan, setalah semuanya melakukan penambahan, hanya 306 pasien.

Selain itu, yang menjadi sorotan, ialah fasilitas ICU rumah sakit yang kini juga penuh. Menyusul banyaknya kasus positif bergejala berat akhir-akhir ini.

Sri Juliarty menambahkan, dari delapan rumah sakit rujukan COVID-19, hanya tersedia 10 fasilitas ICU. Dan saat ini posisinya tengah penuh semua.

Dia mengungkapkan, bahwa saat ini rumah sakit terus menambah ruangan isolasi. Untuk pelayanan COVID-19. Namun tidak dengan fasilitas ICU.

Sebab, kata dia, Tidak mudah untuk mengupgrade ICU. Penambahan ruang ICU butuh perombakan. Perlu struktur khusus. “Tapi RSPB (Rumah Sakit Pertamina Balikpapan) sedang menuju itu, yang kami ketahui RSPB sedang menambah ICU,” pungkasnya.

Sekadar tambahan, Berdasarkan laporan Satpol PP Balikpapan, hasil rekapitulasi razia masker, telah terjaring sebanyak 1.421 warga. (das/boy)

Komentar