Kapolresta Balikpapan Pantau Penanganan Medis Shaskia

0

BALIKPAPAN, nomorsatukaltim.com – Shaskia Putri Ramadani (2) hanya bisa tergeletak dengan bungkusan perban di sekujur tangan dan kakinya. Di dalam kamar berukuran 4×3 meter itu, kedua orangtuanya hanya bisa berdoa dan berharap sang anak bisa segera pulih kembali.

Tepat pukul 11.30 Wita, Kapolresta Balikpapan tiba di kediaman Gatot Subianto (32) dan Ayu (25) di Jalan Prona III, RT 17 Kelurahan Sepinggan Balikpapan Selatan, untuk melihat langsung kondisi balita nahas tersebut. Sejak termuat di harian Disway Kaltim edisi Senin (14/9/2020), kondisi Shaskia langsung menjadi perhatian masyarakat. Salah satunya Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Turmudi.

“Saya datang ke sini karena melihat di media cetak ada anak berusia dua tahun terkena cairan bahan gas helium,” ujarnya di rumah Gatot, Senin (14/9/2020).

Turmudi pun hanya bisa terdiam sambil memanjatkan doa untuk kesembuhan balita malang tersebut, saat dirinya menatap langsung kondisi Shaskia.

“Saya menyempatkan kemari untuk membantu sedikit dorongan moril kepada orangtuanya. Juga ada sedikit bantuan lah, karena ini kan masih pandemi juga,” jelasnya.

Ke depannya, Kapolresta Balikpapan meminta kepada Polsek Balikpapan Selatan untuk terus memonitor kondisi balita ini.

“Saya akan minta Kapolsek Selatan membantu penanganan medisnya dan perkembangannya adik kita ini,” tambahnya.

Sementara itu, Gatot Subianto yang tidak menyangka rumah kontrakannya disambangi oleh Kapolresta Balikpapan. Ia mengucap banyak terima kasih atas dukungan moril dan bantuan lain yang telah diberikannya.

“Alhamdulillah Pak Kapolresta mau menyempatkan waktu untuk ke sini melihat anak kita. Enggak nyangka,” ujarnya.

Gatot pun berharap bantuan yang telah ia terima ini dapat membantu pengobatan sang anak yang telah ia bawa sebelumnya ke RS Siloam.

“Iya kemarin sempat ada nunda BPJS, tapi berkat donatur sudah bisa membawa anak saya ke Siloam. Saat ini pengobatan jalan dan harusnya kontrol kemarin. Tapi karena ekonomi ya mas,” jelasnya.

Sejauh ini perkembangan sang buah hati terus menunjukkan kemajuan yang positif. Hanya saja tiap kali anaknya menangis karena menahan sakit, Gatot dan Ayu hanya bisa pasrah dan memanjatkan doa saja.

“Ya mau gimana lagi mas, sedih liat dia begini. Semoga aja diberi kesehatan anak ini,” tambahnya.

Seperti diketahui, Senin (7/9/2020) lalu Shaskia terkena cairan bahan pembuat gas helium di samping rumahnya. Di mana ayah dan ibunya saat itu sedang membuat gas helium seperti biasa. Karena pekerjaan orangtuanya adalah penjual balon terbang dan gulali.

Namun, nahas bagi balita berusia 2 tahun ini, karena cairan yang tidak bisa dikontrol sehingga tumpah dan mengenai tubuh mungilnya. Shaskia pun mengalami luka bakar hingga 85 persen. (Bom/zul)

Bagikan:

Leave A Reply