Udang Vaname Segera Dikembangkan

Yunda Zuliarsih

Tanjung Redeb, Disway – Dinas Perikanan Berau merespons janji Menteri Perikanan dan Kelautan Edhy Prabowo. Saat berkunjung ke Berau, belum lama ini. Yang siap membantu mengembangkan potensi budi daya tambak udang vaname.

Langkah awal adalah inventarisir potensi pengembangan udang vaname. Menurut Sekretaris Dinas Perikanan Berau, Yunda Yuliarsih, pihaknya segera memanfaatkan peluang yang ditawarkan menteri. Dengan mengembangkan udang vaname.

“Kami akan akan melakukan inventarisasi dan identifikasi kelompok budi daya yang siap,” ujarnya, Minggu (13/9).

Dikatakan, pengembangan udang vaname tidak bisa dilakukan secara tradisional. Harus semi intensif. Namun harus padat modal dan padat pakan.

Menurut Yunda, pengembangan udang vaname belum banyak dilakukan. Bahkan, sepengetahuannya, pengembangan budi daya vaname baru dilakukan salah seorang pengusaha perikanan di wilayah Mantaritib Kecamatan Sambaliung.

“Hanya budi daya tersebut terhenti lantaran terkendala listrik.

Karena udang vaname ini sirkulasi oksigen atau udaranya harus selalu lancar. Sementara di sana belum ada jaringan listrik. Untuk pengadaan jaringan listrik biayanya cukup besar,” jelasnya.

Ia menyebut miliaran untuk luasan 1 hektare. Berbeda dengan udang windu bisa dilakukan secara tradisional.

Dikatakan, udang vaname merupakan budi daya ekspor.

Daerah tujuannya selama ini adalah Vietnam dan Tiongkok.

Namun karena Berau belum ada pelabuhan ekspor, harus melalui Tarakan dan Surabaya.

“Untuk harga lokal mulai Rp 60 ribu hingga Rp 80 ribu per kilogram. Harga ekspornya jelas lebih mahal di atas angka Rp 100 ribu per kg.

Sebelumnya, Menteri Perikanan dan Kelautan Edhy Prabowo menyebut Kabupaten Berau memiliki potensi dalam budi daya tambak udang vaname. Hal itu disampaikannya saat berada di Pulau Maratua, Rabu (2/9).

Meskipun biaya budi daya udang vaname itu cukup mahal.

Yang mana, untuk luasan satu hektar atau 10 ribu meter persegi, mencapai biaya Rp 2 miliar. Namun, pihaknya sudah memiliki langkah strategis dalam membantu pengembangan budi daya udang itu melalui Badan Layanan Umum Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (BLU-LPMUKP).

Pihaknya pun menunggu proposal dari Pemkab Berau. Berapa anggaran yang dibutuhkan untuk luasan lahan budi daya tambak udang vaname. (ZZA)

Komentar