Tingkatkan Gizi Pakan Ternak

0

Para peternak kurang memperhatikan gizi pakan, dengan membiarkan sapi dan kambing mencari makanan sendiri, hal ini perlu jadi perhatian.

Tanjung Redeb, Disway – Peningkatan gizi pakan ternak terutama pada jenis ternak sapi dan kambing masih perlu dilakukan di Kabupaten Berau.

Kepala Seksi Pakan Ternak dan Alat Peternak, Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Berau, Sri Wardani mengatakan, adanya peningkatan mutu gizi bertujuan untuk menghasilkan ternak sapi dan kambing yang sehat, serta terkontrol pertumbuhannya.

Selama ini, para peternak cenderung memberikan pakan secara semi intensif, yaitu cenderung melepaskan hewan ternaknya untuk mencari pakan secara bebas. Yaitu memakan rerumputan liar.

“Jika sapi dan kambing di ternak secara intensif, secara pakannya pun akan teratur, jadi ada tujuan yaitu penambahan bobot sebanyak 100 gram dalam satu hari,” jelasnya kepada Disway Berau, Minggu (13/9).

Kendati begitu, menurut Sri, masih sulit untuk mengubah pola pikir peternak untuk bekerja sama terkait peningkatan gizi pakan ternak. Padahal tujuan menghasilkan sapi sehat agar produksi sapi dan kambing pun bisa meningkat, sehingga tidak harus mendatangkan dari luar.

Ia menjelaskan seperti untuk pakan ternak sapi, peningkatan gizi bisa melalui rumput hijau yang bermutu tinggi dan penstabilitas tinggi seperti rumput odot, rumput gajah, rumput raja, legum-legum berprotein tinggi seperti indigofera dan gamal.

Dapat juga dengan fermentasi pakan yang merupakan salah satu upaya peternak dalam peningkatan kualitas pakan ternak dan menyediakan pakan secara berkelanjutan.

Terutama pada musim kemarau, sebab selama musim tersebut daun hijau sulit didapatkan. Serta fermentasi dapat mempermudah peternak dalam penyedian pakan karena peternak tidak perlu mencari setiap hari.

Kemudian, pakan yang difermentasi tidak melulu dari rumput hijau, tetapi dapat berupa limbah pertanian seperti jerami padi, batang pisang, kulit kedelai ataupun kulit kacang.

“Kami upayanya memang sosialisasi aktif untuk mengajak peternak untuk beternak secara insentif, jadi bukan hanya pakannya saja yang terkontrol, namun peternak juga bisa langsung mengumpulkan kotorannya dan bisa dijadikan pupuk kompos dan dijual dengan harga yang lumayan,” tuturnya.

Sementara itu, mereka juga aktif memberitahu bagaimana cara pengolahan pakan bergizi tinggi. Namun sementara ini, harus terpaksa dihentikan akibat COVID-19. *RAP/APP


Share this :

Leave A Reply