PHK Bakal Bertambah

Sony Perianda

Tanjung Redeb, Disway – Dunia usaha di Berau makin terpukul. Dengan bertambahnya kasus konfirmasi COVID-19.

Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Berau pun memperkirakan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) bakal bertambah.

Kepala Seksi Perselisihan Hubungan Sosial, Disnakertrans Berau, Sony Perianda mengungkapkan, beberapa perusahaan akan melakukan efisiensi. Tanpa menyebut nama perusahaan, ia mencontohkan perusahaan batu bara, sawit, perhotelan dan lainnya.

Menurut Sony, PHK dilakukan oleh perusahaan tidak melulu karena imbas COVID-19. Ada juga karena pelanggaran peraturan perusahaan, dan kontrak sudah habis.

“Jadi ada tolok ukurnya. Perusahaan tidak bisa langsung melakukan efisiensi besar-besaran,” jelasnya kepada Disway Berau, belum lama ini.

Tapi untuk tahun ini, sebut Sony, lebih banyak karena keuangan perusahaan terganggu. Misalnya saja tingkat hunian hotel yang sepi.

“Manajemen hotel melakukan langkah efisiensi dengan mengurangi karyawan. Minimal merumahkan sementara. Sebab biaya operasional lebih banyak ketimbang tamu yang berkunjung,” ujarnya.

Alasan seperti itu memang masuk akal di tengah pandemik COVID-19. Sama halnya dengan permintaan batu bara misalnya.

Melemah, sehingga volume produksi dikurangi.

Data di Disnakertrans, per Juli 2020, ada 144 karyawan yang kena PHK.

Belum termasuk PHK massal di suatu perusahaan. Jika dibandingkan tahun 2019, hanya ada 88 kasus PHK.

Karyawan yang kena PHK, tambah Sony, diupayakan diberi pelatihan. Untuk bantuan, misalnya kartu pra kerja, belum masuk. Ada juga BLT sebesar Rp 600 ribu per bulan. (RAP)

Komentar