Terungkap! Alasan Pengedar Narkoba Gunakan Ponsel Lawas Tanpa GPS

0

BALIKPAPAN, nomorsatukaltim.com – Para bandar narkoba terus mencari celah agar bisa mengelabui polisi. Mulai dari cara mereka mendistribusikan barang, mencari kurir, hingga komunikasi. Untuk bisa mengecoh aparat keamanan, para pemain barang haram ini sengaja menggunakan alat telekomunikasi lawas.

Tetap menggunakan ponsel, tapi bukan berbasis android atau lainnya seperti yang biasa digunakan saat ini. Di mana dari tangkapan-tangkapan yang dilakukan Sat Resnarkoba Polresta Balikpapan, hampir seluruh pelakunya menggunakan ponsel lawas yang memang belum dilengkapi fitur GPS (global positioning system).

“Mereka biasa menggunakan handphone jaman dulu, ini dilakukan untuk menyulitkan polisi dalam melacak pergerakan mereka,” ujar Kasat Res Narkoba Polresta Balikpapan, Kompol Setia Pambudi.

Ponsel lawas yang biasa digunakan oleh para pelaku ini hampir semuanya melakukan privasi nomor atau privat number. Dan biasanya mereka “putus kontak”.

“Itu cara mereka berkomunikasi. Tidak saling kenal tetapi selalu berkomunikasi, istilahnya pukul lari,” jelasnya.

Dari pemeriksaan yang dilakukan juga, para pembeli ke kurir dan kurir ke pemilik barang tidak saling mengetahui. Untuk mengambil barang pun mereka selalu menaruh di lokasi yang telah disepakatinya.

“Mereka memang tidak saling kenal satu sama lain. Dari pemeriksaan juga mereka tidak tahu siapa sih yang ditelepon itu,” tambahnya.

Bahkan lanjut Pambudi, modus yang digunakan para pelaku pun semakin beranekaragam. Terbaru menggunakan bungkus kopi, di mana isinya dibuang dan diganti oleh sabu. Setelah itu kembali di pres dan sangat mirip dengan aslinya.

“Mereka memang pintar ya dalam mendistribusikan barang ini. Tapi kita harus jauh lebih pintar dari mereka,” ujarnya.

Berdasarkan pengalaman yang didapat, kini pihaknya telah banyak belajar dan telah memiliki kemampuan yang dapat membaca gerak-gerik para pelaku itu.

“Kita sudah punya alat dan pengetahuan untuk mereka,” tambahnya.

Sementara itu berdasarkan pengakuan pelaku, ponsel lawas memang sangat mudah digunakan. Tidak memiliki aplikasi yang dapat dideteksi menjadi alasannya.

“Kalau HP lama itu tidak ada GPS-nya. Juga bisa nomor pribadi,” ujar DS, pelaku yang memiliki 500 gram sabu dan telah diamankan Sat Resnarkoba Polresta Balikpapan.

Ditanya apa ada keharusan menggunakan ponsel lawas, DS mengaku tidak. Hanya saja mode pelacak itu lah yang menjadi alasan para pengedar dan kurir menggunakan ponsel tersebut.

“Enggak sih, cuma biar enggak dilacak aja sama polisi,” tambahnya. (Bom/zul)

Share this :

Leave A Reply