Nenek Sewa Masih Belum Ditemukan, Radius Pencarian Diperluas

0

SAMARINDA, nomorsatukaltim.com – Basarnas Kaltimtara masih terus mengupayakan pencarian Sewa, seorang nenek yang hilang di kawasan konsesi perusahaan tambang batu bara di Kelurahan Bukuan, Kecamatan Palaran. Nenek berusia 65 tahun tersebut dikabarkan menghilang dengan membawa uang sebesar Rp 16 juta dan perhiasan emas lengkap di tubuhnya, Selasa (8/9/2020) lalu.

Sejak dilakukan upaya pencarian, dengan radius 10 kilometer dari titik terakhir Sewa terlihat di areal pertambangan, nenek asal Tana Toraja, Sulawesi Selatan tersebut masih nihil ditemukan. Terhitung sudah enam hari Sewa tak kunjung pulang ke kediamannya di Jalan Rambutan, Kelurahan Bukuan.

“Kita sudah upayakan pencarian di seluruh areal pertambangan dengan berkoodinasi pihak perusahaan, tapi nenek tidak ditemukan di sana,” ungkap Kasi Ops Basarnas Kaltimtara, Octavianto saat dikonfirmasi Minggu siang (13/9/2020).

Octa –sapaan karibnya- mengatakan, sejumlah warga menginformasikan bahwa sempat melihat seorang nenek yang diduga adalah Sewa. Nenek yang dimaksud diketahui sedang berjalan seorang diri di persimpangan Bantuas, tepatnya Jalan Poros Samarinda – Sangasanga pada Sabtu siang (12/9/2020).

“Ada empat saksi yang kami mintai keterangan. Nenek yang dilihat itu memiliki ciri-ciri yang sama dengan korban yang sedang kita cari,” terang Octa.

Atas informasi tersebut, kini Basarnas Kaltimtara memperluas pencarian hingga radius 20 kilometer persegi. Pencarian nenek Sewa kini tidak terfokuskan di areal pertambangan.

Basarnas juga telah melakukan pemetaan pencarian baru. Karena korban telah dikabarkan terakhir terlihat mengarah ke permukiman, maka pihaknya berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk membantu melakukan pencarian.

“Kita tidak lakukan lagi pencarian di areal pertambangan, karena korban sudah diinformasikan telah keluar dari sana. Dan saat di sana kita juga sudah pastikan korban tidak berada di areal pertambangan. Kemungkinan dia berhasil keluar dengan berjalan melewati hutan,” jelasnya.

Lanjut Octa, korban yang dikabarkan berjalan mengarah ke permukiman sangat menyulitkan upaya pencarian. Sehingga metode pencarian kini lebih dilakukan berdasarkan dari informasi titik terakhir di mana korban terlihat.

Pencarian kini terfokuskan pada penyisiran ke sejumlah jalur-jalur yang ada di permukiman. “Beda dengan pencarian di hutan itu lebih gampang. Ketika korban berada di permukiman maka ada beberapa faktor, karena banyak jalur atau akses yang membuat dia bisa ke mana saja. Bisa saja dia berjalan ke Balikpapan atau ke Bontang. Ini yang menyulitkan,” pungkasnya.

Pihaknya juga telah menginformasikan kepada warga, apabila ada yang melihat korban dengan ciri-ciri yang telah disebutkan, diminta untuk dapat melaporkannya ke Tim SAR maupun kepolisian.

Seperti diberitakan sebelumnya, Sewa dikabarkan menghilang sejak Selasa pagi lalu (8/9/2020). Ia terakhir terlihat di kawasan Jalan Hauling lokasi pertambangan Kelurahan Bukuan. Sewa menghilang dengan membawa uang jumlah besar dan perhiasan. Usut punya usut, Sewa sengaja pergi dari rumahnya karena sejak lama mengelu-elukan ingin pulang ke kampung halamannya di Tana Toraja, Sulawesi Selatan. (aaa/zul)

Share this :

Leave A Reply