MAPULU MASIH TERTINGGAL

Salah satu produk unggulan yang dapat meningkatkan status kampung agar tidak tertinggal. (IST)

TANJUNG REDEB, DISWAY – Dari 100 kampung di Berau, masih ada satu kampung tertinggal. Yaitu Kampung Mapulu di Kecamatan Kelay.

Data Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK) Berau, hingga Agustus 2020, kampung dengan status maju 29, kampung berkembang 63 dan 8 kampung mandiri. Untuk kampung sangat tertinggal sudah tidak ada lagi.

Kepala Dinas DPMK, Ilyas Natsir menjelaskan, status kampung membangun dipengaruhi tiga indikator. Yakni indeks ekonomi, sosial dan lingkungan. Jika indeks terpenuhi, kampung bisa naik status.

“Peningkatan status kampung tidak terlepas dari peran semua unsur. Termasuk penyaluran dan pemanfaatan dana kampung,” ungkap Ilyas kepada Disway, Jumat (11/9).

Dikatakan, penggunaan dana desa sebenarnya ada 4 prioritas. Sesuai Undang-undang desa. Yaitu pemerintahan, pembangunan, pembinaan dan pemberdayaan. Namun pada 2020 ini fokus penggunaannya untuk penanggulangan COVID-19.

Illyas mengaku tidak mudah untuk meningkatkan 3 nilai indeks agar kampung naik status. Terutama indeks ekonomi. Sebab, katanya, rerata warga kampung masih sulit untuk mengelola tatanan ekonomi. Walaupun terdapat Badan Usaha Milik Kampung (BUMK). Atau potensi kampung yang bisa bernilai ekonomi.

Lalu di bidang sosial. Menurut Ilyas, cakupannya meliputi pemerataan fasilitas pendidikan, kesehatan dan agama. “Sedang bidang lingkungan, dilihat dari peningkatan pembangunan infrastruktur. Seperti jalan dan drainase. Juga bagaimana lingkungan hidup dan kondisi air,” tandasnya.

Di Berau, tambahnya, dana kampung digunakan untuk pembangunan dan pemberdayaan. Persentase tertingginya adalah pembangunan. Ketika pembangunan kampung dinilai baik, barulah anggaran dialokasikan untuk pemberdayaan. (*)

Tinggalkan Balasan