Kembangkan Perikanan dengan Si Puri

0

Dinas Perikanan pastikan program Si Puri jadi yang terbaik untuk nelayan.(IST)

TANJUNG REDEB, DISWAY- Dinas Perikanan Berau terus berupaya menggali potensi dan mengembangkan sektor perikanan. Khususnya, dalam pengelolaan wilayah perairan Bumi Batiwakkal.

Kepala Dinas Perikanan Berau, Tenteram Rahayu mengatakan, tugas pihaknya mengelola, memanfaatkan dan melestarikan sumber daya perikanan, serta meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

“Tujuannya kesejaheteraan masyarakat. Terutama nelayan dan pembudidaya ikan,” ujarnya kepada Disway Berau, Kamis (10/9).

Lanjutnya, melalui program sistem kemitraan pelaku utama perikanan (Si Puri), diharapkan dapat terberdayakan dan meningkatkan kemandirian bagi pelaku utama perikanan.

“Iya, ini (Si Puri) merupakan program baru yang dicanangkan,” jelasnya.
Selain itu, program Si Puri bisa menjadi pilihan bagi masyarakat yang masih menggunakan sistem tradisional dalam hal menjalankan permodalan.

“Seperti yang sering kami temui di lapangan, kadang ada nelayan mengeluh karena harus menjual hasil tangkapannya ke pengepul yang memberi modal. Sementara harga tidak terlalu tinggi. Sehingga nelayan menjual ke tempat lain,” jelasnya.

“Kemudian, dari pihak pengepul, merasa dikhianati lantaran sudah memberi pinjaman modal, namun para nelayan tidak menjual ditempatnya,” sambungnya.

Menurutnya, cara tradisional itu belum memiliki perlindungan hukum yang jelas, antar pelaku usaha dan pemberi modal usaha. Sehingga dibutuhkan program pemberdayaan masyarakat yang memiliki kepastian hukum.

Kondisi itu yang menjadi dasar lahirnya program Si Puri. Dimana, program ini melibatkan peran stakeholder terkait yang diharapkan dapat memberi perlindungan hukum dan standarisasi harga pada hasil perikanan kerakyatan.

“Salah satunya yang kami gaet, yakni YKAN (Yayasan Konservasi Alam Nusantara) dan beberapa usaha menengah dan besar lainnya. Mereka nantinya akan menjadi mitra bagi pelaku usaha perikanan,” jelasnya.

Tentram menambahkan, ada 4 pola yang dibangun dalam kemitraan.”Seperti program inti plasma, sub kontraktor, perdagangan umum dan kerjasama operasional,” terangnya.

Mengimplementasikan program ini, kata dia, hanya tinggal menunggu peraturan bupati (Perbup) yang kini dalam proses penyusunan draft. Prosesnya terus berlanjut.

Karena program Si Puri memiliki target meningkatkan ekonomi masyarakat. Baik melalui program jangka pendek, menengah dan panjang.
Jangka pendek, Agustus-November, pihaknya berencana menggaet empat stakeholder sebagai mitra bagi pelaku utama perikanan.

“Seperti YKAN tadi, meski bergerak di bidang konservasi lingkungan, mereka juga bergerak di bidang pemberdayaan ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Kemudian, jangka menengah, 2021-2022, baik korporasi (perusahaan) dan badan usaha milik daerah dan pusat dapat memiliki andil berupa investasi di sektor perikanan.

Meski diakuinya tidak mudah, pandemik COVID-19 yang melanda menjadi sebab utama koporasi belum tertarik berinvestasi.

“Kami menawarkan program ini, maksudnya bukan sekedar meminta bantuan, berupa CSR. Tapi tawaran yang diajukan berupa kerja sama investasi. Jadi, dalam kondisi pendapatan yang lesu, perusahaan dapat berinvestasi dengan pelaku utama perikanan,” ucapnya.

“Misal ada budidaya keramba, perusahaan bisa berinvestasi. Dan teknisnya nanti bisa melakukan bagi hasil dengan pelaku usaha,” lanjutnya.

Sejauh ini, pihaknya telah menjalin komunikasi dengan Perumda Air Minum Batiwakkal, namun belum menemukan titik terang akibat pendapatan perusahaan lesu digempur COVID-19.

“Jadi kemungkinan koperasi di masing-masing perusahaan yang akan ditawarkan,” jelasnya.

Terakhir, jangka panjang 2022-2023. Program ini bisa berkesinambungan dan dapat memberi perlindungan hukum pada pelaku usaha.

Jika telah terlaksana, akan membuat MoU dengan lima penampung ikan, satu koperasi, YKAN dan BPJS ketenagakerjaan. Tujuannya untuk memfasilitasi kemitraan usaha mikro dan usaha kecil nelayan, pembudidaya ikan dan pengolah usaha menengah.

“Termasuk fasilitasi penguatan modal koperasi perikanan yg akan didukung,” ungkapnya.

Selanjutnya, program Si Puri akan dilaporkan ke Lembaga Administrasi Negara (LAN). */FST/JUN

Share this :

Leave A Reply