Bontang Perkuat Peran Intel saat Pilkada

0

Gelar pasukan pengamanan Pilkada yang melibatkan TNI/Polri dan Dinas Perhubungan di Lapangan Makodim 0908 Bontang. (Ichwal/ Disway Kaltim)

Bontang, Nomorsatukaltim.com — Suhu politik di Bontang sudah memanas. Dua kubu mulai perang terang-terangan. Paling intens di media sosial.

Potensi ramai-ramai di dunia maya berlanjut ke dunia nyata bisa terjadi. Tapi, aparat kepolisian sudah menyiapkan skenario pengamanan. Agar Bontang tetap adem-adem saja selama Pilkada.

Kapolres Bontang, AKBP Hanifa Martunas Siringoringo sudah punya strategi pengamanannya. Pun sudah memetakan potensi yang memicu konflik.

“Sudah kita kerahkan intelijen, dan tim Satgas lainnya untuk mengamankan Pilkada,” ujar AKBP Hanifa seusai apel persiapan Pilkada di Makodim 0908 Bontang, Jumat (11/9/2020).

Hampir seluruh polisi di Bontang akan diturunkan. Agar bisa mencegah konflik terjadi. Jumlahnya ada 295 personel. Paling intens dari satuan intelijen. Yang harus rutin melaporkan kondisi di lapangan.

“Kita kerahkan 2/3 personel,” timpal Kapolres Hanifa.

Dandim 0908 Bontang, Letkol Arh Choirul Huda juga sudah siap. Peran TNI di Pilkada ini sebagai lapis kedua. Yang bakal diturunkan ketika kondisi sudah tak baik-baik saja.

Ada 200 tentara yang bisa dikerahkan Dandim Choirul. Mereka mem-back up kinerja polisi di barisan depan.

“Kalau ada pelanggaran pidana akan diserahkan ke polisi, kita sifatnya support,” kata Dandim Choirul.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni justru yakin kondisi akan tetap kondusif. Warga Bontang sudah terbiasa dengan pesta demokrasi. Sudah 3 kali. Mulai dari multi pasangan calon hingga 2 calon yang head to head.

Pesta demokrasi pernah pecah. Kejadiannya terjadi di Pilkada 2005. Kala itu, Andi Sofyan Hasdam versus Zulkifli (Zorro).

Hasilnya Sofyan Hasdam yang menang. Tapi, pendukung Zorro punya tudingan miring. Situasi sempat memanas, terjadi baku pukul antar kubu hingga pembakaran motor di ruas Jalan Ahmad Yani.

Tapi kejadian itu sudah terjadi 15 tahun lalu. Di Pilkada 2015 kemarin, Adi Darma-Isro Umarghani melawan Neni-Basri tetap adem-adem saja.

“Yah kan kalau kita lihat masyarakat Bontang sudah dewasa,” pungkas Neni. (wal/ava)

Share this :

Leave A Reply