Bawa Uang Tunai Rp 16 Juta, Nenek Lenyap di Lahan Tambang

0

SAMARINDA, nomorsatukaltim.com – Sewa sangat mudah termenung di usia senjanya. Ia merasakan rindu yang teramat sangat dengan kampung halamannya. Untuk menghilangkan kejenuhan, biasanya dia sering berjalan kaki berkeliling permukiman.  Aktivitas berjalan santai di pagi hari memang sudah rutin dilakukan nenek berusia 65 tahun tersebut. Hingga akhirnya ia tak kembali terlihat sejak Selasa (8/9/2020) lalu.

Sewa dikabarkan menghilang saat sedang bepergian keliling, tak jauh dari tempat tinggalnya yang berada di kawasan Jalan Rambutan, Kelurahan Bukuan, Kecamatan Palaran. Di pagi hari itu, tepatnya sekitar pukul 10.00 Wita, Sewa diketahui keluar dari rumahnya. Seperti biasanya, Sewa hendak berkeliling di permukiman yang sudah menjadi rutinitas sehari-harinya.

Kala itu, Sewa terakhir terlihat berjalan seorang diri, dengan membawa uang tunai Rp 16 juta dan memakai perhiasan emas lengkap. Seperti gelang, kalung cincin dan anting emas. Hingga menjelang malam, Sewa tak kunjung pulang. Tak seperti biasanya. Keluarga yang khawatir, sempat berupaya mencari Sewa yang entah pergi ke mana. Namun tak berhasil ditemukan. sejak itulah sewa dinyatakan menghilang.

Pihak keluarga menduga, Sewa menghilang di kawasan konsesi perusahaan tambang yang berada di kawasan Kelurahan Bukuan. Hal itu diungkapkan David (33), keluarga Sewa ketika dijumpai di depan kediaman wanita asal Toraja, Sulawesi Selatan tersebut.  Kata David, Sewa terakhir terlihat dengan membawa uang senilai Rp 16 juta yang dimasukan ke dalam kantor plastik.

“Nenek memang biasa mondar-mandir di seputaran sini. Bawa uang sebanyak itu karena kepenginnya dia mau pulang kampung,” kata David, Jumat (11/9/2020).

Hampir setiap tahunnya, Sewa kerap pulang ke kampung halamannya di Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Tapi di tahun ini, ia tak bisa pulang ke kampung halaman. Padahal ia kerap mengelu-elukan keinginannya. Karena rindu dengan kampung halamannya itulah, sang nenek kerap menghilangkan rindunya dengan berkeliling permukiman.

Pihak keluarga tadinya tak terlalu khawatir untuk membiarkan Sewa berkeliling dengan membawa uang dalam jumlah besar. Lantaran biasanya berkeliling masih dalam pantauan pihak keluarga.

“Kondisi nenek sebetulnya sehat aja. Cuman nenek ini keterbatasan bahasa, enggak lancar ngomong bahasa Indonesia, jadi kalau ditanya itu cuman tunjuk-tunjuk aja. Sama nenek juga sudah mudah pikun,” bebernya.

Saat pihak keluarga melakukan pencarian, sejumlah warga mengaku sempat melihat Sewa. Wanita paruh baya itu terakhir terlihat sedang berada di jalan hauling perusahaan Bara Jaya Energi (BJE) sekitar pukul 15.00 Wita.

Kala itu Sewa mengenakan baju biru, celana kain ungu, sandal merah, dan kain jarik yang menggumpal di kepalanya. Kata David, Sewa yang berjalan kaki sempat diberi tumpangan oleh karyawan perusahaan tambang batubara.

Namun karena nenek tak fasih berbahasa Indonesia, akhirnya ia minta diturunkan di jalan hauling lainnya. Kemudian, sekira pukul 18.00 Wita, Sewa kembali terpantau berada di sebuah kebun warga yang masih berada di area konsesi tambang dan mengambil beberapa lembar daun singkong.

“Dari kebun itu, nenek mau naik ke bukit, terus yang punya kebun bantu pegangin nenek. Ya dikira nenek ada yang jemput terus ditinggal,” terang David.

Nah, di saat itulah Sewa terakhir terlihat dan sampai hari ini (11/9/2020), keberadaannya pun entah di mana. Upaya pencarian langsung dilakukan oleh warga sekitar bersama keluarga dan beberapa karyawan perusahaan. Namun belum membuahkan hasil. Sehari berselang Sewa menghilang, tim SAR gabungan dari relawan dan Basarnas Kaltim langsung melakukan pencarian hingga radius 10 kilometer.

“Kendala kami karena terhalang cuaca hujan.  Jadi pencarian melakukan cara manual dengan menyisiri area terbuka sejauh 10 kilometer,” Kasi Ops Basarnas Kaltimtara, Octavianto saat dikonfirmasi awak media.

Selain itu, lanjut Octavianto, pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan perusahaan konsesi tambang agar seluruh karyawannya yang melihat keberadaan Sewa bisa langsung memberikan laporannya.

“Kami juga minta bantuannya agar mobil double cabin perusahaan bisa dipinjam untuk memudahkan pencarian,” imbuhnya.

Sampai kemarin, pencarian nenek Sewa masih nihil. Hari ini, tim SAR akan melakukan penyisiran ke area jalan hauling besar dan tim akan disebar memasuki kawasan hutan padat dengan radius pencarian 5 kilometer.

“Penyisiran juga akan kami lakukan di area tebing dan semak-semak lebat untuk memaksimalkan pencarian,” pungkasnya. (aaa/zul)

Share this :

Leave A Reply