Alihfungsi Embarkasi Haji Balikpapan Jadi Rumah Sakit Darurat Ditunda

0

BALIKPAPAN, nomorsatukaltim.com – Rencana alihfungsi embarkasi haji menjadi rumah sakit darurat ditunda. Pemkot Balikpapan yakin, delapan rumah sakit masih mampu menangani warga yang terpapar COVID-19.

Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Balikpapan, Andi Sri Juliarty membenarkan sudah bersurat kepada Pemprov Kaltim. Tentang perubahan alihfungsi embarkasi menjadi rumah sakit darurat jika diperlukan. Sementara saat ini status asrama haji masih menjadi tempat rujukan isolasi mandiri.

“Belum. Lihat perkembangan kasus. Sampai saat ini kasusnya masih cukup embarkasi jadi tempat isolasi mandiri,” ujarnya saat ditemui, Kamis (10/9/2020).

Kendala perubahan fungsi dari tempat isolasi menjadi rumah sakit darurat juga membutuhkan peralatan yang memadai. Serta harus menambah jumlah tenaga medis.

“Lagi pula rumah sakit darurat kan tidak menangani (pasien dengan gejala) yang berat. Yang berat tetap di rumah sakit biasa,” tambahnya.

Menurutnya, saat ini tim gugus tugas sedang memilah. Atau menawarkan pasien terkonfirmasi positif dengan gejala ringan untuk menempati ruang dan fasilitas asrama haji di Batakan, Balikpapan Timur. Namun ada juga pasien tanpa gejala (OTG) yang sudah merasa nyaman isolasi mandiri di rumah masing-masing.

“Memang ada beberapa pasien yang sudah terlanjur (isolasi) di rumah, dan memang rumahnya memenuhi syarat enggan untuk pindah lagi,” katanya.

Menurutnya pemkot akan lebih fokus menangani pasien baru untuk ditempatkan di asrama haji.

“Sampai saat ini di embarkasi ada 21 (pasien),” katanya.

Dokter Dio, sapaannya, menyebut terjadi penurunan grafik penambahan pasien terkonfirmasi positif SARS Cov-2, dalam pekan ini. Jika sebelumnya rata-rata penambahan jumlah pasien terkonfirmasi 80 sampai 90 kasus, kini sejak Senin (7/9/2020), kasus harian menjadi 30 tambahan perharinya.

“Kasus menurun, tapi jangan lupa ada yang antre di IGD. Kami selalu sampaikan jangan berpatokan pada jumlah bed yang kami rilis,” urainya.

Menurutnya, jumlah rilis harian adalah nilai kumulatif pasien yang kini menempati ruang di rumah sakit di Balikpapan. Sedangkan ada juga pasien yang statusnya masih dalam antrean dan ditempatkan di IGD masing-masing rumah sakit.

“Jadi macam-macam, ada pasien IGD yang merupakan rujukan dari rumah sakit yang lain, ada yang datang dengan sendirinya, ada yang dirujuk oleh puskesmas. Jadi macam-macam sumber,” ungkapnya.

Hingga saat ini, jumlah total kasus positif di Kota Minyak per 10 September mencapai 2.299 orang. Dirawat di rumah sakit 298 orang, isolasi mandiri ada 491 orang. Sedangkan pasien sembuh berjumlah 1.387 orang, dengan fatality rate atau jumlah kematian 153 orang. (ryn/boy)

Bagikan:

Leave A Reply