Terengah-engah Mengejar Market Share

Terengah-engah Mengejar Market Share
Pegawai PT Arista Jaya Lestari Wuling Motors Balikpapan memperlihatkan salah satu varian Wuling yang akan dijual ke masyarakat. (FERRY CAHYANTI/ Nomorsatukaltim)

Balikpapan, nomorsatukaltim.com – Dampak pandemi COVID-19 membuat sejumlah sektor usaha terpukul. Industri otomotif pun ikut terdampak. Sektor yang mengandalkan pemasaran dengan tatap muka ini dengan terpaksa harus diubah pada masa pandemi.

Sejak Maret 2020, penjualan kendaraan roda 4 merasakan penurunan dari tahun sebelumnya. Hal itu pun dirasakan produsen otomotif Wuling Motors.

Branch Manager PT Arista Jaya Lestari Wuling Motors Balikpapan, Richard Sangto Swastika mengatakan, penjualan kendaraannya pada semester I-2020 mengalami penurunan 60 persen dibandingkan dalam kondisi normal.

“Karena COVID ini semua pasti berat. Tak dapat dimungkiri semua sektor turun. Dalam kondisi normal, kami mampu mencapai 25 unit sebulan. Sekarang kondisinya hanya 8-10 unit,” jelas Richard saat ditemui, Rabu (9/9) kemarin.

Penurunan penjualan mulai dirasakan pada Maret dan April 2020. Karena saat itu, wabah corona masuk ke Indonesia. Kemudian dua bulan terakhir, perlahan mulai bergerak. Tetapi belum signifikan.

Meski demikian, pihaknya meyakini otomotif perlahan akan bergerak tumbuh. Dengan berbagai langkah dan strategi. “Saat ini optimis. Pastinya lebih baik. Kita antisipasi perkiraanya sampai akhir tahun. Positif saja dengan aktivitas yang dilakukan. Meski ruang gerak terbatas,” ujarnya.

Dalam kondisi pandemi, Wuling di Balikpapan menargetkan penjualan 170 unit. Jumlah itu jauh dari kondisi normal. Pada kondisi normal pihaknya menargetkan penjualan 300 unit dalam setahun.

“Tapi karena pandemi, sekitar 170 unit. Yang terpenting adalah mengejar market share,” sebut Richard sembari memperlihatkan produk Wuling terbaru.

Ia menargetkan tahun ini market share Wuling bisa mencapai 5 persen untuk wilayah Kalimantan Timur (Kaltim). “Saat ini baru di angka 4 persen,” tandasnya.

Untuk mendongkrak penjualan di masa pandemi, ada beberapa strategi yang harus disusun ulang. Karena otomatis mengubah sistem pemasaran. Agar segmen yang disasar dapat tercapai. Salah satu strateginya, menggencarkan pemasaran di platform digital.

“Sebenarnya metode digital ini sudah lama ada sejak Wuling berdiri. Tapi kini lebih dimasifkan. Karena mau pameran juga terbatas. Sehingga sistem online lebih kencang. Seperti pemanfaatan media sosial, virtual gathering dan lainnya,” terang Richard.

Ia mengakui sejak sebulan terakhir memanfaatkan promosi melalui digital belum bergerak signifikan. Karena konsumen juga masih melihat situasi pasar.

“Kecuali orang yang betul-betul butuh kendaraan untuk operasional. Tetapi untuk penambahan unit mungkin mereka (konsumen) menahan dulu,” ujarnya.

Strategi lain selain memanfaatkan fasilitas digital yaitu pelayanan yang maksimal dari servis kendaraan hingga promo penjualan. Pegawai Wuling datang ke rumah konsumen untuk menyervis kendaraan.

Richard optimistis. Dalam kondisi pandemi mampu mengejar target penjualan sampai akhir tahun. Apalagi baru-baru ini varian MPV terbaru dari Wuling hadir untuk bersaing dengan kompetitor.

Peluncuran produk terbarunya, Cortez CT Type S, dinilainya dapat menjawab kebutuhan kendaraan MPV bagi keluarga. Juga untuk memenuhi kebutuhan operasional perusahaan. “Karena kami melihat masyarakat ada kebutuhan. Dari situ yakin masih ada peluang,” pungkasnya. (fey/qn)

Komentar