Rapid Test Massal ASN dan Wartawan Kutim, Ini Hasilnya

Sangatta, nomorsatukaltim.com – Sebanyak 44 orang yang terdiri dari aparatur sipil negara (ASN) dan awak media Kutim melakukan rapid test massal, Kamis (10/9/2020). Pelaksanaan rapid test ini dilaksanakan di Gedung Bulu Tangkis Diskominfo Perstik Kutim. Hasil rapid test massal itu, seluruhnya dinyatakan nonreaktif.

Sekretaris Diskominfo Kutim, Ronny Bonar Hamonangan Siburian menyebut, tujuan rapid test tersebut mengingat Plt Bupati Kutim Kasmidi Bulang yang beberapa waktu lalu dinyatakan positif COVID-19, sempat menghadiri acara Musyawarah Besar Persatuan Wartawan Indonesia (Mubes PWI). Serta beberapa ASN dan awak media sempat mengikuti acara keprotokolan bersama Kasmidi.

Sebelumnya, langkah antisipasi juga telah dilakukan demi memutus rantai penyebaran COVID-19, dengan melakukan penyemprotan total di dalam dan luar kantor bupati oleh BPBD Kutim. Ronny menambahkan, rapid test ini juga sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan dan keselamatan kerja Aparatur Diskominfo Perstik, mengingat Diskominfo Perstik menjadi tempat video conference (Vidcon) selama pandemi ini.

“Hari ini (10/9/2020) kami melaksanakan rapid test bagi seluruh pejabat maupun staf serta beberapa orang yang hadir pada acara Jumat (4/9/2020) lalu. Hal ini untuk memastikan bahwa aparatur kami dalam kondisi yang sehat,” ujar Ronny.

Untuk rapid test yang dilakukan kali ini, Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kutim, Bahrani Hasanal menyebut akan menginformasikan jika ada yang reaktif. Pihaknya pun akan menindaklanjutinya dengan segera dilakukan uji swab.

“Hari ini cukup banyak yang rapid test, jika ada yang reaktif akan kita kabari dan lakukan uji swab,” ucapnya.

Selain itu, Bahrani Hasanal juga menerangkan, hasil swab yang dilakukan ke-35 orang pada Minggu (6/9/2020) lalu, menyatakan satu orang positif COVID-19. Pasien tersebut berjenis kelamin laki-laki, umur 41 tahun. Pasien tersebut tidak memiliki gejala, ia pun bukan pelaku perjalanan, namun sempat bertemu dengan Plt Bupati sekitar 10 menit dan bersalaman pada Jumat (4/9/2020).

“Itu terjadi sebelum bapak Plt Bupati lakukan swab sebagai persyaratan ke KPU, dari situ akan kita perdalam lagi. Dari pertemuan singkat itu, apa yang menjadi penularan, karena beberapa tim yang melakukan perjalanan dengan beliau tidak ada yang tertular,” jelasnya.

Lebih lanjut, Bahrani menegaskan, ia ingin memastikan apakah yang bersangkutan tertular di tempat lain atau memang terpapar dari Plt Bupati. Ia pun berharap agar tidak ada klaster-klaster baru terjadi di Kutim. (fs/zul)

Tinggalkan Balasan