Pegawai di Kantor Gubernur Ikuti Tes Swab Massal

0

Samarinda, nomorsatukaltim.com – Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar pemeriksaan tes swab massal bagi pegawai di lingkungan Kantor Gubernur. Selama tiga hari berturut-turut. Sejak Rabu (9/9/2020) hingga Jumat (11/9/3020). Tes swab dilakukan menggunakan mobil PCR milik Dinas Kesehatan (Diskes) Kaltim.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat (Humas) Pemprov Kaltim, Syafranuddin mengatakan tes swab massal ini diinisiasi langsung oleh Gubernur. Selain sebagai langkah antisapasi penyebaran COVID-19 di lingkungan pemprov. Upaya ini juga diharapkan menjadi contoh kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dini melakukan tes swab.

“Ada sekitar 800 pegawai di pemprov. Semuanya wajib mengikuti test swab. Jika ada yang positif banyak, akan dilakukan isolasi dan tracing,” jelas Ivan, sapaan akrabnya. Kepada Nomor Satu Kaltim, Kamis (10/9/2020).

Beberapa pejabat pemrov yang sudah melakukan test swab tersebut, di antaranya adalah Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim HM Sa’bani an sejumlah pejabat teras Pemprov Kaltim. Seperti, Asisten Administrasi Umum Fathul Halim, Asisten Pemerintahan dan Kesra Jauhar Efendy, Kepala Pelaksana BPBD Kaltim Yudha Pranoto, dan Staf Ahli Gubernur Bidang Polhukam Wahyu Widhi Heranata.

“Kita harapkan hasil swab mendeteksi semua karyawan, sehingga bisa segera diketahui jika ada yang terpapar. Dengan begitu, bisa segera dilakukan penanganan agar virus corona tidak menyebar kemana-mana,” kata Sa’bani usai menjalani pemeriksaan swab di halaman Kantor Gubernur Kaltim.

Sa’bani mengimbau agar semua pegawai di lingkungan Pemprov, baik PNS maupun non PNS, dapat mengikuti uji swab ini. Ia juga menegaskan, para pegawai tak perlu menghindar. Karena ini hanya pemeriksaan biasa.

“Kalau menghindar, takutnya nanti bila ada yang terpapar malah tidak ketahuan. Itu justru berbahaya,” ungkapnya.

Pemeriksaan ini sekaligus menjadi upaya untuk memastikan kantor pemerintahan tertinggi di Kaltim ini bebas dari kemungkinan penyebaran virus corona. Sehingga aktivitas pemerintahan tetap bisa berjalan lancar. Dan para pegawai tetap bisa bekerja dengan nyaman, tentunya dengan penerapan protokol kesehatan secara disiplin.

Dari hasil uji swab ini nantinya, jika ada pegawai yang ternyata terkonfirmasi positif terpapar COVID-19, pihaknya akan
melakukan penanganan sesuai standar kesehatan yang berlaku.

“Bila ada OTG (orang tanpa gejala) yang kondisinya tidak memungkinkan, kita akan rawat ke tempat-tempat karantina. Tapi kalau lingkungannya memungkinkan, dia OTG saja dan diyakini mampu isolasi mandiri, maka kepada yang bersangkutan bisa isolasi mandiri dalam pengawasan, sehingga bisa terus dipantau,” jelas Sa’bani. (Krv/zul)

Share this :

Leave A Reply