Jam Malam, Perlu?

0

Feri Kombong (DISWAY BERAU)

TANJUNG REDEB, DISWAY – Peningkatan kasus COVID-19 di Kalimantan Timur (Kaltim), memicu sejumlah daerah membuat peraturan protokol kesehatan, maupun penerapan jam malam. Lalu bagaimana dengan Kabupaten Berau?

Seperti diketahui aturan tentang protokol kesehatan di Bumi Batiwakkal tengah disusun. Hanya penerapan jam malam belum menjadi wacana. Ketua Komisi I DPRD Berau Feri Kombong meminta, kepada tim Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19, bertindak tegas kepada masyarakat yang masih abai terhadap protokol kesehatan.

Selain itu, Feri juga mendorong penerapan jam malam bagi masyarakat yang beraktivitas di luar rumah, guna menekan penyebaran COVID-19. Disebutkannya, penerapan jam malam ini sudah diberlakukan di Kota Balikpapan.

“Sepertinya jam malam ini juga harus diterapkan di Berau, dan efektif untuk mencegah masyarakat kumpul-kumpul sebagai langkah antisipasi. Karena masih banyak warga yang berkumpul di sejumlah titik jalan tanpa tujuan jelas,” ujarnya, Selasa (8/9).

Tetapi lanjut Dia, selain menerapkan jam malam juga, harus diiringi dengan pengetatan penerapan protokol kesehatan di masyarakat. Khususnya kepada pedagang-pedagang kuliner yang beroperasi di malam hari juga harus diperketat.

Begitu juga dengan pusat jajanan atau puja sera, yang dinilainya juga belum menerapkan protokol kesehatan dengan benar.

“Bukan berarti harus ditutup, tetapi protkesnya harus benar-benar dilaksanakan. Seperti ada jarak antar pembeli maupun pedagangnya. Seperti prasmanan, kan mengambil makannya sendiri sambil mengobrol, ini berpotensi menyebarkan virus,” terangnya.

Selain itu, pelarangan pesta atau resepsi pernikahan yang mengabaikan protokol kesehatan. Apalagi sudah peringatan dari kepolisian, bahwa kegiatan resepsi pernikahan tidak akan diberikan izin.

“Tapi kalau hanya sekadar akad silakan saja. Kalau resepsi lebih baik menundanya untuk sementara waktu. Apalagi sekarang penyebaran COVID-19 tidak hanya terjadi ketika orang bepergian ke luar daerah saja, tetapi sudah transmisi lokal,” tuturnya.

Menurut Feri, pencegahan bisa saja dilakukan asalkan masyarakat memiliki kesadaran tinggi menerapkan protokol kesehatan. “Karena percuma pemerintah atau tim satgas melakukan pencegahan siang dan malam, tapi masyarakatnya mengabaikan peringatan, itu percuma saja,” tegasnya.

Untuk itu tambah dia, pihaknya mendorong instansi terkait untuk memaksimalkan sosialisasi, baik itu melalui organisasi-organisasi maupun aparat-aparat kampung setempat. Agar sosialisasinya sampai ke masyarakat paling bawah secara merata.

Selain imbauan tidak melakukan kegiatan keramaian, juga mengurangi aktivitas di malam hari. Hal ini juga disampaikan saat rapat dengan instansi terkait, seperti Dinas Kesehatan, pihak RSUD dr Abdul Rivai, dan BPBD Berau.

“Terkait jam malam ini juga akan kami koordinasikan lebih lanjut dengan mereka termasuk instansi vertikal seperti TNI-Polri. Karena percuma juga diberlakukan, tapi saat siang hari protkesnya diabaikan. Karena untuk penerapan ini harus melibatkan semua pihak,” pungkasnya.

Sementara itu Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau, Thamrin mengatakan, untuk penerapan jam malam itu sah-sah saja, apabila pertambahan COVID-19 di Kabupaten Berau terus terjadi.
Hanya dijelaskannya, untuk penerapan jam malam, harus didasari dengan Peraturan Bupati (Perbup) yang menjadi dasar hukum pelaksanaan aturan.
“Jadi harus dilihat dulu Perbupnya seperti apa, sanksi-sanksinya bagaimana apabila ada orang berkumpul tanpa menerapkan protkes itu apa,” terangnya.

Pada dasarnya, pihaknya mendukung penerapan jam malam, namun tetap harus memperhatikan kondisi dan situasi yang terjadi. Dan bersama instansi terkait, setiap hari melakukan patroli ke sejumlah tempat yang menjadi pusat keramaian untuk memberikan imbauan serta membagikan masker secara gratis agar masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Pihaknya juga tidak memungkiri, saat malam hari aktivitas masyarakat masih tetap ramai, khususnya di wilayah Tanjung Redeb dan sekitarnya.
“Apalagi ini kan tren penularan COVID-19 naik terus, tentu tidak menutup kemungkinan akan diberlakukan. Dan memang kami ada wacana ke sana jika penyebaran virus Corona terus terjadi untuk menekan penyebaran COVID-19,” ujarnya.

Terpisah, Kapolres Berau AKBP Edy Setyanto Erning Wibowo melalui Kabag Ops Kompol Damus Asa menjelaskan, penerapan jam malam biasanya ada hal-hal kejadian melanggar atau kasus menonjol di wilayah Berau. salah satunya adalah kasus COVID-19 yang meningkat di Bumi Batiwakkal.

“Jika itu ditetapkan dan diterapkan oleh Pemkab Berau kami siap mendukung kebijakan itu. Akan tetapi diharapkannya juga masyarakat juga sadar terhadap bahaya pandemik ini, jika tidak penerapan jam juga akan percuma,” pungkasnya. */ZZA/APP

Share this :

Leave A Reply