Bangun Mulya Jadi Sentra Batik PPU, Target Tembus Pasar Internasional

0

Para peserta pelatihan di Desa Bangun Mulya saat membatik, Kamis (10/9/2020). (Istimewa)

PPU, nomorsatukaltim.com – Desa Bangun Mulya telah ditetapkan menjadi sentra batik. Ini merupakan desa pertama yang ditetapkan di Penajam Paser Utara (PPU).

Untuk mewujudkan ini, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) PPU terlibat aktif. Dengan mengadakan pelatihan.

“Cita-cita kami membentuk desa sentra. Ada tenun, rotan, batik, logam dan yang lainnya. Dan Desa Bangun Mulya mengajukan diri dan menyatakan siap. Jadi semangat itu yang kami realisasikan,” kata Ketua Dekranasda PPU, Risna Abdul Gafur, Kamis (10/9/2020).

Pelatihan ini disebutkan semakin membuka wawasan. Khususnya untuk generasi muda. Salah satunya, bahwa batik bukan hanya pakaian resmi. Tapi juga untuk keseharian.

Ada sekira 30 peserta pelatihan. Dari warga Desa Bangun Mulya. Didominasi perempuan. Partisipasi sebagian besarnya dari yang baru tamat sekolah menengah atas.

Melatih dari yang tidak bisa menjadi mampu. Pelatihannya digelar selama 7 hari.

Puluhan corak di atas lembaran kain mampu diselesaikan. Desain corak batik yang dibuatnya identitas PPU. Khususnya flora dan faunanya. Rusa dan Kantong Semar.

Partisipasi tidak hanya datang dari pemerintah daerah. Tapi juga dari perusahaan sekitar. Ada PT Waru Kaltim Plantation (WKP). Turut memberikan dukungan mesin canting.

“Yang satu lembar bisa dibuat hampir sebulan, dengan mesin itu bisa selesai hanya dalam sehari,” sebut dia.

Dari sisi pemasaran produk batik yang dihasilkan, akan berkolaborasi dengan pemerintah untuk pemasarannya. Tak hanya dipasarkan dalam daerah, tapi juga ke Kaltim bahkan ke daerah lain.

Ada corak batik hasil torehan masyarakat Desa Bangun Mulya akan diperkuat dengan hak cipta. 3 corak khas PPU didaftarkan ke Hak Cipta Kekayaan Intelektual (HAKI).

Rencananya, lanjut Risna, akan ada pula corak khas PPU yang akan diikut sertakan dalam berbagai ajang. Salah satu yang ia sebutkan ialah ajang Indonesia Fashion Week.

“Semoga PPU bisa menjadi sentra batik yang mampu membawa PPU, Kaltim di kancah nasional,” ujarnya.

Acara yang digelar di pendopo Kantor Desa Bangun Mulya. Balutan acara tergelar menarik. Ada penampilan fashion show dari muda-mudi. Mengenakan batik khas PPU.

Semua yang hadir serempak mengenakan setelan batik. Bupati PPU Abdul Gafur Mas’ud (AGM) jelas hadir. Ia yang menetapkan desa sentra itu.

Ia punya harapan besar. Utamanya dalam membantu peningkatan perekonomian masyarakat di sini. Pun, agar keberhasilannya menjadi contoh untuk desa lain.

“Dengan menyesuaikan dengan karakter desa itu. Apa yang bisa jadi ikon. Dalam rangka mengoptimalkan pendapatan UMKM,” ungkapnya.

Optimis hal itu bisa terwujud. Tak hanya nasional, bahkan internasional. Secara bertahap.

“Kalau melihat sentuhan teknologi yang sudah hadir, saya yakin itu bisa terjadi,” katanya.

“Di sini saya juga lihat sudah ada Batik Prada. Batik ini dibuat khusus, dan harganya lumayan tinggi,” lanjutnya.

Dalam pemasaran, pemerintah kabupaten tentu akan mendorong penuh. Awalnya dengan memperkenalkan.

Bisa menjadi oleh-oleh untuk wisatawan. Atau untuk bingkisan saat berkunjung ke daerah lain. (rsy/ava)

Share this :

Leave A Reply