Punya “Aliran Kepercayaan” Tersendiri, Warga Balikpapan ini Enggan Dirazia Masker

1

BALIKPAPAN, nomorsatukaltim.com – Entah apa yang ada dalam pikiran Usur. Warga Kelurahan Margasari, Balikpapan Barat itu nekat melewati razia masker oleh petugas gabungan. Tentunya, juga tanpa menggunakan masker. Sontak, petugas menegur lantaran melanggar protokol kesehatan.

“Dia jalan kaki enggak pakai masker lewat, ya kami tegur dan kami razia. Tapi dia ngotot, sempat adu mulut sama kami,” ujar Kapolsek Balikpapan Barat, Kompol Imam Tauhid.

Usur awalnya menolak dirazia, lantaran ia punya alasan tersendiri. Ia beralasan bahwa masker bukan ajaran alirannya.

“Dia enggak mau pakai, katanya di alirannya enggak diajarkan begini. Jadi ngotot enggak mau pakai, menolak dirazia. Nah, jadi kami semua ada Pak Danramil dan Pak Camat, geleng-geleng kepala,” jelasnya.

Adu mulut terus terjadi. Pria tersebut tidak ingin mengikuti arahan dari petugas, hingga akhirnya ia digiring ke meja penindakan. Di meja tersebut ia masih tidak mau mendengarkan arahan dari Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS), dan ini sempat membuat sejumlah petugas sangat geram.

“Kayak apa kita enggak jengkel, dia ngotot katanya enggak sesuai sama alirannya. Aliran apa? Saya sudah jelaskan bahwa kita ini negara hukum dan ada aturan terkait masker tersebut. Tapi masih aja enggak mau dia,” tambahnya.

Hingga akhirnya Imam melakukan pendekatan secara personal dan memberikan sedikit siraman rohani. Setelah beberapa menit mendengarkan masukan dari Imam, Usur pun akhirnya mau menerima. Ia pun memilih sanksi kerja sosial dengan membersihkan Lapangan FONI.

“Saya ceramahi soal agama hingga akhirnya dia mau. Terus kami sampaikan ada tiga jenis sanksi, dia pilih yang kerja sosial, dan alhamdulillah rajin dan sopan ternyata dia,” tutupnya.

Sejak Peraturan Wali Kota (Perwali) nomor 23 tahun 2020 dilaksanakan, kata Imam, banyak warga yang terjaring dalam razia petugas gabungan. Saat ini sudah ribuan masyarakat yang terjaring dengan penerapan sanksi beragam, mulai dari bayar denda hingga kerja sosial.

Namun petugas masih seringkali menemukan warga yang tidak patuh saat terjaring razia. Bahkan mereka nekat beradu mulut dengan alasan pembenarannya. Tak ayal petugas harus ekstra sabar menghadapi pelanggar seperti ini. (bom/zul)

Share this :

1 Komentar

  1. Abdul Muiz Royan on

    Beginilah jika hak kebebasan ditafsirkan sesuai selera. Seolah penegakan aturan dianggap pelanggaran ham demi kepentingannya sendiri.
    Beginilah fenomena kegaduhan di NKRI dewasa ini.

Leave A Reply